< >

Museum Tsunami Ditargetkan Rampung November 2008

Senin, 11 Agustus 2008 19:34
Kapanlagi.com - Pembangunan museum tsunami yang menghabiskan dana sekitar Rp140 miliar di Kota Banda Aceh diperkirakan rampung pada November 2008.

"Meseum itu merupakan sebuah pembelajaran dan pemberian pemahaman tentang tsunami serta pengembangan budaya dan wisata di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)," kata Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin di Banda Aceh, Senin (11/8).

Menurut dia, museum tersebut kelak akan diisi berbagai informasi kekayaan budaya Aceh, aspek kebumian yang menceritakan fenomena alam baik gempa bumi dan tsunami yang divisualisasikan dalam bentuk peraga dan gambar, monitoring live gempa bumi serta film.

Selain itu, museum yang menghabiskan dana sebesar Rp140 miliar dengan rincian Rp70 miliar dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias untuk bangunan dan setengahnya lagi dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk isinya juga berisi berbagai benda peninggalan sisa tsunami.

Museum yang pembangunannya dimulai pada Agustus 2006 itu didesain oleh dosen arsitektur Institut Tehnologi Bandung (ITB) M Ridwan Kamil yang memenangkan sayembara desain museum tsunami.

"Museum ini nantinya akan kita hias dengan indah, selain untuk menarik minat pengunjung juga sebagai tempat kita belajar bagaimana tsunami terjadi," kata Mawardy.

Saat ini pembangunannya sudah mencapai sekitar 60%, nantinya dapat menjadi objek wisata dan budaya di NAD, museum tsunami akan diintegrasikan dengan situs dan monumen tsunami lainnya yang merupakan bukti kedahsatan tsunami.

Situs tersebut yaitu Mesjid Baiturrahim di Ulee Lheu, Makam Syiah Kuala di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh dan Kampung Jawa. Sedangkan monumen tsunami terdiri dari makam massal di Siron, PLTD Kapal Apung, kapal di atas rumah di Lampulo, Rumah Sakit di Meuraxa dan Mesjid Lampuuk Aceh Besar. (kpl/rif)