Kendala ini tidak akan merubah target pelaksanaan pembangunan Palapa Ring tersebut, kata Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Muhammad Nuh kepada wartawan di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Senin.
Solusi yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan mengalihkan tawaran kepada anggota lain, atau pemerintah turut serta masuk ke dalam konsorsium.
"Sebab intinya pembangunan Palapa Ring itu sangat fundamental, jika tidak ada infrastuktur bagaimana jaringan bisa lewat. Sehingga tidak heran jika di Indonesia bagian timur belum tersentuh teknologi sebab jaringannya saja tidak ada," katanya.
Jika sudah ada infrastruktur berupa kabel optik di bawah laut sepanjang 11 kilometer tersebut, maka seluruh kota dan desa di seluruh pelosok tanah air bisa terkoneksi.
Muhammad Nuh juga mengakui adanya kendala lain yang harus dihadapi selain keluarnya salah satu anggota konsorsium itu, yakni keterbatasan vendor penyedia kapal yang akan membangun kabel optik di bawah laut.
"Saat ini banyak yang membangun proyek semacam itu, sehingga kita harus mau menunggu. Proyek ini tidak mudah memang, tidak akan selesai dalam jangka waktu satu atau dua hari saja, apalagi kabel harus ditanam di bawah laut dan lautnya bukan laut dangkal," katanya.
Proyek Palapa Ring tersebut akan dimulai pada bulan September 2008 dengan pembangunan fisik, dan anggaran yang disediakan untuk proyek tersebut Rp3 triliun.
Jika pemasangan kabel optik bawah laut tersebut telah terlaksana, diharapkan menyusul dibangunnya infrastruktur jaringan telepon di seluruh desa di Indonesia bagian timur. Pasalnya hingga saat ini masih terdapat sebanyak 38 ribu dari 72 ribu desa yang belum terlayani jaringan telepon.
"Jadi nanti setelah ada tol informasi kita pasangan pararel dengan kabel optik di daratan, kalau kabel optik di laut itu ibarat jalan tol maka di daratan itu ibarat jalur tikusnya. Setelah itu kita bangun landing-landing poin di mana dari landing poin itu akan kita tarik ke desa-desa yang belum terlayani jaringan telepon," katanya.
Jaringan telepon yang dipasang di desa terpencil tersebut menurut Menkominfo tidak hanya berupa voice atau suara saja tetapi juga data.
Ia berharap, telepon yang terpasang adalah CAP (Community Access Point). Dengan terpasangnya jaringan telepon ke desa-desa terpencil tersebut, bisa mendorong pembangunan ekonomi dan pendidikan. (*/cax)