
Menurutnya, untuk menyiasati harga buku yang bisa dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat, pemerintah daerah bisa melakukannya dengan membeli lisensi penerbit tertentu, lalu mencetaknya di daerah dengan kualitas kertas yang sederhana.
"Buku jadi mahal harganya, karena sebagian besar dicetak di Jakarta, sehingga untuk sampai di daerah, memerlukan biaya pengiriman yang tak sedikit, dan hal ini bisa dicoba di Gorontalo," katanya.
Dalam acara yang diikuti oleh ratusan siswa dan guru tersebut, dia menyampaikan cara lain untuk menyiasati buku yang mahal harganya, yakni dengan menghapuskan bea cukai kertas, atau dengan pemberian subsidi buku dari pemerintah daerah.
Menurut Tantowi, hal tersebut setidaknya dapat memicu minat baca masyarakat, yang sebenarnya sudah ada, namun belum mempunyai bahan bacaan. (kpl/dar)
Lihat Profil: Tantowi Yahya