"Dewan berpendapat gejolak ekonomi dunia dan volatilitas minyak mentah dunia cenderung tidak menentu sehingga sulit diprediksi," kata Ketua DPR Agung Laksono dalam rapat paripurna DPR pembukaan masa sidang pertama 2008-2009 di Gedung DPR Jakarta, Jumat.
Ia meminta proyeksi harga minyak sebaiknya berada pada level yang realistis dengan bercermin pada kondisi 2008.
"Pemerintah harus lebih tajam menganalisa kecenderungan gejolak minyak dunia dengan memperhatikan faktor yang sangat berperan dalam gejolak harga," katanya.
Ia menambahkan dalam pembicaraan pendahuluan untuk penyusunan RAPBN 2009, DPR dan pemerintah telah menyepakati beberapa asumsi dasar RAPBN 2009, antara lain harga minyak mentah Indonesia (ICT) sebesar US$95 hingga US$120, produksi (lifting) minyak mentah Indonesia sebesar 927.000 barel hingga 950.000 barel per hari dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp9.000 hingga Rp9.200. (*/lin)