Pelatih Persela, M.Basri yang ditemui wartawan di Lamongan, Jumat (15/8) mengatakan, sejak awal kompetisi, timnya sudah mencanangkan target untuk mengamankan poin penuh seluruh laga kandang dan itu sudah direalisasikan pada dua laga sebelumnya.
"Saya kira tidak ada target lain selain menang. Kalau di kandang lawan saja bisa mencuri poin, apalagi main di kandang sendiri", kata Basri menegaskan.
Dua laga kandang yang sudah dimenangi "Laskar Joko Tingkir" adalah saat menjamu Persijap Jepara dan Persita Tangerang, keduanya dengan skor sama 1-0.
Kemenangan penting 1-0 saat menghadapi PSMS Medan di Stadion Jatidiri Semarang beberapa hari lalu, menjadi modal penting bagi Marcio Souza dkk untuk kembali meraih poin penuh.
"Sejauh ini, penyelesaian akhir masih menjadi titik lemah tim kami. Tapi secara perlahan itu terus dibenahi dan mudah-mudahan saat lawan PSIS sudah ada hasilnya", kata Basri.
Dalam beberapa laga terakhir, penyerang asal Brasil yang juga kapten tim Persela, Marcio Souza kehilangan naluri cetak golnya. Tapi kelemahan itu mampu ditutupi pemain pengganti Dicky Firasat yang selalu mencetak gol dalam tiga laga terakhir.
"Dicky Firasat pemain bagus, meski tidak masuk tim inti. Untuk Marcio, saya yakin dia akan kembali menunjukkan ketajamannya seperti musim lalu", katanya menambahkan.
Pada laga menghadapi PSIS, tuan rumah dipastikan tidak bisa menurunkan Epala Jhonson dan Yopie Rayar yang masih cedera. Kedua pemain ini juga tidak terlihat dalam latihan tim.
Dalam sesi latihan, Basri fokus mempertajam penyelesaian akhir di depan gawang, melalui bola-bola crossing maupun tendangan jarak jauh. Bahkan, Marcio Souza dan Fabiano diberi porsi latihan khusus mengeksekusi bola-bola mati di depan gawang.
Sementara itu, pelatih PSIS Semarang, Ahmad Muhariyah yang dikonfirmasi usai sesi coba lapangan Stadion Surajaya Lamongan mengatakan, timnya akan berusaha mengimbangi permainan tuan rumah untuk mencuri poin.
"Saya pikir, hasil seri sudah bagus. Persela termasuk tim solid dan punya materi pemain bagus, terutama asingnya", katanya.
Mantan punggawa PSIS itu menyebut nama Marcio Souza, Edgar Miliciades dan Alex Robinson sebagai pemain yang patut diwaspadai pergerakannya.
"Tidak ada strategi khusus untuk menghentikan mereka. Tapi anak-anak saya instruksikan untuk melakukan penjagaan ketat, begitu pemain lawan masuk area kami", kata Ahmad Muhariyah. (kpl/rif)