Anak-anak Persija asuhan pelatih Danurwindo semenjak menit awal dengan dipimpin wasit M.Olehadi terus melakukan serang-serangan tajam dan pada menit ke 11 melalui tendangan jarak jauh oleh Ade Suhendra berhasil menjebol gawang Pelita yang dijaga Dian Agus Prasetyo, dan sekaligus kedudukan berubah 1-0 untuk Persija.
Kedudukan 1-0 ini berlangsung sampai turun minum. Setelah turun minum anak-anak Pelita asuhan Fandi Ahmad, terus melakukan serangan-serangan tajam dan pada menit ke 55 berhasil menjebol gawang Persija yang dijaga Hendro Kartiko.
Gol Pelita Jaya dicetak melalui tendangan kaki pemain Eduardo yang memanfaatkan umpan dari Erol Iba, dan sekaligus merubah kedudukan menjadi 1-1.
Sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan kedudukan tidak berubah tetap 1-1 (1-0).
Seusai pertandingan Danurwindo mengatakan permainan antara kedua kesebelasan ini sangat ketat, sehingga kesalahan sedikit saja bisa menjadi fatal seperti yang dialami oleh Persija.
"Untuk gol tersebut semestinya tidak akan terjadi kalau anak-anak pemain belakang tidak salah mengantisipasi serangan Pelita, apalagi memainkan bola di kota penalti" katanya.
Pelatih Pelita Fandi Ahmad sangat puas dalam permainan anak asuhannya menghadapi Persija, meskipun hanya bisa meraih poin satu. Untuk pertandingan ini sebenarnya banyak peluang yang diciptakan tetapi penyelesaian akhir selalu kandas di tengah jalan karena rapatnya pertahanan Persija.
Wasit M.Olehadi yang memimpin pertandingan tersebut yang disaksikan sekitar 6000 penonton sempat mengeluarkan tiga kartu kuning yakni diberikan kepada I.Wayan Musana (Persija) dan dua kartu kuning untuk pemain Pelita yaitu Jalaludin Main dan Basri B.S. (*/cax)