Ketua Panpel Arema, M. Muhklis, Senin (18/8) mengatakan, undangan yang diberikan itu sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap para pejuang bangsa yang kebetulan pertandingan Arema lawan PSM masih bernuansa HUT Ke-63 Kemerdekaan RI.
"Tamu undangan istimewa ini nantinya kami tempatkan di tribun VIP dan dijaga secara khusus. Bagaimanapun, beliau adalah pejuang kemerdekaan dan usianya juga tidak lagi muda sehingga harus ada perhatian khusus," katanya.
Sementara itu, laga "berat" yang dihadapi Arema yang menjamu PSM Makassar itu tetap akan didampingi suporter fanatiknya meski sanksi dua tahun dari Badan Liga Indonesia (BLI) tak boleh mendampingi tim Singo Edan dengan beratribut Aremania.
Larangan mengenakan atribut kebesaran Aremania selama dua tahun sebagai buntut kejadian di Stadion Brawijaya Kediri beberapa waktu lalu tak menyurutkan dan mematikan kreativitas Aremania untuk mendampingi tim kebanggaan wilayah Malang Raya itu.
"Kalau pada laga kandang sebelumnya Aremania mengenakan kaos warna hitam dan slayer biru diganti dengan warna merah putih. Nanti malam Aremania akan mengenakan kostum kebesaran pada masa perjuangan sehingga nuansa `berjuang` benar-benar hadir di Stadion Kanjuruhan," kata Muhklis.
Ia mengakui, beberapa perwakilan koordinator wilayah (korwil) Aremania sudah berkoordinasi dan menyampaikan rencana penggunaan kostum perjuangan tersebut ketika mendampingi perjuangan tim Arema meraih poin penuh lawan PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan.
"Kami berharap dukungan yang sangat besar dari Aremania ini mampu memompa semangat tim untuk memberikan yang terbaik dengan meraih kemenangan atas PSM Makassar," katanya menegaskan. (kpl/rif)