Pelatih PSIM, Daniel Roekito, yang ditemui setelah sesi latihan dan coba lapangan di Gresik, Senin (18/8), mengakui kondisi mental pemain GU sedang menurun usai mengalami tiga kekalahan beruntun di awal musim.
"Tetapi itu bukan jaminan bagi kami untuk bisa menang atau mencuri poin. Saya yakin GU ingin bangkit dan tidak mau kalah lagi di kandang," ujarnya.
Namun, diakuinya, dirinya belum tahu kekuatan GU karena PSIM sendiri hanya kurang dari tiga minggu melakukan persiapan untuk kompetisi ini.
Mantan pelatih juara Liga Indonesia Persik Kediri itu mengatakan, timnya akan mengandalkan pada kolektivitas permainan untuk meredam tuan rumah.
"Sebagian besar pemain PSIM adalah muka baru dan tidak pernah berkompetisi di level nasional, apalagi divisi utama. Kami juga belum punya pemain asing," ujarnya.
PSIM yang pada laga sebelumnya mampu menahan imbang tuan rumah Persibo Bojonegoro 1-1, tidak akan diperkuat sejumlah pemain pilarnya yang sedang cedera, di antaranya M. Iksan, Rifai, Furqon, dan Santoso.
"Tapi itu tidak banyak berpengaruh karena materi pemain kami semuanya merata," kata Daniel.
Sementara itu, tuan rumah GU berambisi memperbaiki penampilan dan merebut poin penuh untuk mengobati kekalahan laga sebelumnya.
"Anak-anak harus bisa lepas dari tekanan dan bermain lepas. Soal teknis, saya kira sudah tidak ada masalah," kata Pelatih GU, Joko Malis Mustafa.
Seperti halnya PSIM, tuan rumah GU juga kehilangan sejumlah pemain pilarnya, seperti Edy Subagio, Khomad, dan kiper Effendi.
"Saya sudah siapkan pemain muda sebagai gantinya. Absennya beberapa pemain pilar memang cukup berpengaruh pada kekuatan tim, tetapi saya yakin anak-anak bisa bangkit," ujarnya.
Joko Malis juga mengaku tidak banyak tahu kekuatan PSIM. Mantan pelatih Persmin Minahasa itu memastikan timnya akan tampil menyerang untuk merebut kemenangan pertama musim ini. (kpl/rif)