Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan, Husni Ali, Selasa, mengakui, pemberian tiket secara cuma-cuma itu hanya berlaku pada saat pertandingan Persema melawan Persigo Gorontalo saja sebagai ungkapan syukur atas HUT Kemerdekaan ke-63 RI, Hari Pramuka dan Ultah Ketua Umum Persema Peni Suparto ke-61.
"Pertandingan partai ini tidak digratiskan, tetapi masyarakat yang ingin menonton laga Persema melawan Persigo bisa mengambil tiket di loket secara cuma-cuma, karena seluruh tiket sudah diborong oleh Pak Peni (Ketua Umum Persema)," katanya menambahkan.
Selain di loket-loket Stadion Gajayana, katanya, masyarakat juga bisa meminta tiket pada petugas yang mendistribusikannya di sekitar stadion baik di pintu A, B, C, D maupun di pintu masuk VIP.
Menurut dia, meskipun tiket yang dicetak sekitar 15 ribu, namun personel pengamanan tidak ada penambahan yakni tetap 250 personil TNI/Polri, Satpol PP dan 20 personil pengamanan swakarsa.
Menyinggung tuntutan Ngalamania (sebutan suporter Persema) agar tiket masuk di tribun ekonomi diturunkan menjadi Rp10 ribu, Husni mengatakan, pada pertandingan sebelumnya atau ketika Persema menjamu Persibom Bolaan Mongondow sudah ada diskon sebesar Rp2 ribu sehingga penonton hanya membayar Rp13 ribu saja.
Namun demikian, kata Husni yang juga Kadispenda Kota Malang itu, tuntutan itu akan dipertimbangkan dengan seluruh jajaran manajemen maupun Panpel.
"Pada pertandingan besok itu kami berharap masyarakat berbondong-bondong memenuhi stadion, karena selain tiketnya diberikan cuma-cuma, atmosfir pertandingan juga cukup `panas`, sebab kedua tim sama-sama ingin meningkatkan gengsinya merebut poin absolut (3)," katanya menegaskan. (*/cax)