Hal itu dikemukakan cendekiawan Papua yang juga tokoh masyarakat "Kepala Burung", Papua Barat Permenas Yewen,SPd di Jayapura, Selasa kepada wartawan menyikapi kritikan pedas Persipuramania pada pasca kekerasan oknum pengurus Persipura terhadap Pelatih Kepala Persipura, Ali Raja Isa dalam pertandingan melawan tamunya Persijap Jepara yang berakhir seri 1-1 dalam Liga Super Indonesia XIV di Stadion Mandala, Jayapura, Jumat (15/8).
Kekerasan oknum pengurus Persipura, Otis Merauje yang juga Kepala Dinas Kebersihan Kota Jayapura terjadi ketika tuan rumah Persipura kebobolan satu gol pada babak kedua menit ke-75.
Kekalahan itulah yang menyebabkan MR Kambu berang terhadap Raja Isa di Stadion Mandala dan menanyakan alasan pelatih Raja Isa menggantikan beberapa pemain pilarnya menyebabkan gawang Persipura yang dijaga Jendry Pitoy dibobol pemain depan Persijap Jepara.
Dalam perbincangan yang agak sedikit tegang, Merauje tanpa bertanya langsung memukul wajah pelatih Raja Isa asal negeri Jiran Malaysia itu. Aksi itu disaksikan sekitar 25 ribu penonton yang memadati Stadion Mandala.
Bahkan, lebih parah lagi, nama MR Kambu yang juga Walikota Jayapura dan Ketua Umum Persipura Jayapura dicemoohi Persipuramania dengan melontarkan kata-kata penuh emosi.
Yewen mengaku, kejayaan nama Persipura berawal ketika mantan Gubernur Irian Jaya, Acub Zainal menjabat tahun 1974. Ketika itu, Persipura keluar sebagai runner up Piala Raja di Saigon, Hanoi (kini Vietnam) dikalahkan tuan rumah dengan kedudukan 2-1.
Setelah era itu, nama Persipura terseok-seok di tingkat regional, nasional, Asean maupun Asia.
Ketika MR Kambu terpilih menjadi Walikota Jayapura tahun 2000-2005 dan menjabat periode kedua 2005-2010, MR Kambu dengan kemampuan dan pengalaman sebagai seorang pamong, apalagi dipercayakan menjadi Ketua Umum Persipura mengatur manajemen Persipura secara profesional. Dana yang dialokasikan pun terbuka.
Keterbukaan itu terbukti dapat mengontrak Pelatih dan Pemain Asing dengan puncaknya menduduki takhta terhormat pada Liga Indonesia XI tahun 2005 setelah mengalahkan tuan rumah Persija, Jakarta dengan angka 3-2 dan pada LI XII dan LI XIII sebagai runner up LI dan Liga Dji Sam Soe.
Walaupun Persipura tanpa Pelatih Kepala Raja Isa yang kini berada di Makassar pasca kekerasan itu namun Persipura di bawah asuhan Asisten Pelatihnya Metuzalak Duaramuri berhasil membawa anak asuhnya Edward Ivakdalam, Cs mengalahkan tamunya Persita Tangerang dengan angka telak 3-0 sekaligus merangkak menduduki peringkat pertama klasemen sementara Liga Super Indonesia 2008. (*/cax)