Turki dan Iran telah menandatangani satu memorandum saling pengertian pada 2007, yang akan memperhatikan transportasi gas alam dari Iran melalui Turki ke Eropa.
Menurut para pejabat, sengketa mengenai syarat-syarat sejauh ini menjadi penghambat kemajuan kerjasama itu.
Ahmadinejad mengatakan di Istanbul, Jumat, bahwa: "Saya berharap bahwa kami sangat dekat ... Turki adalah negara penting untuk transportasi gas Iran ke Eropa," katanya.
Amerika Serikat, yang masih tegang dengan Iran berkaitan dengan kegiatan nuklirnya, menentang kesepakatan itu. Turki, anggota NATO, dalam teorinya akan menghadapi sanksi AS jika pihaknya terus melaksanakan proyek itu.
Namun demikian, Menteri Energi Turki, Hilmi Guler mempertahankan kesepakatan tersebut.
"Kami adalah negara independen, dan ini adalah kepentingan negara kami," katanya kepada televisi Turki Selasa. Menteri mengharapkan segera akan dituntaskannya perjanjian ini dalam sebulan.
Guler dan Menteri Luar Negeri Turki Ali Babacan akan berkunjung ke Teheran untuk perundingan-perundingan lanjutan, dalam dua pekan. (kpl/rif)