Venezuela Usulkan Penurunan Produksi Minyak
Kapanlagi.com - Venezuela akan mengusulkan penurunan produksi pada pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) September mendatang jika harga minyak terus menurun, Menteri Perminyakan dan Energi Rafael Ramirez mengatakan, Selasa (19/08/08)."Jika harga kecenderungan atau terjadi penurunan harga minyak secara dinamis, Venezuela akan mempertimbangkan kemungkinan penurunan produksi. Ini merupakan posisi yang akan kami ambil pada saat pertemuan OPEC mendatang" di Wina yang dijadwalkan bulan September, kata Ramirez. Kecenderungan penurunan dalam harga-harga minyak dengan "lebih dari 20 dolar secara nyata menunjukkan bahwa di mana terjadi spekulasi di pasar," katanya. "Harga harus dipertahankan pada tingkatan mendekati 100 dolar, karena biaya telah meningkat," katanya. Harga-harga minyak telah mengalami penurunan menjadi sekitar 112 dolar AS per barel setelah sempat menyentuh rekor tinggi baru di atas 147 dolar bulan lalu. Komentar Ramirez tersebut mendorong kenaikan harga minyak pada Selasa. Kontrak utama New York, jenis minyak mentah light sweet untuk pengiriman September naik 2,88 dolar menjadi 114,65 dolar per barel. Sedangkan minyak mentah Laut Utara Brent juga pengiriman Oktober naik 2,65 dolar menjadi 114,60 dolar per barel. Ramirez mengatakan, harga minyak akan terus berfluktuasi dalam beberapa pekan ke depan dan bahwa OPEC tidak akan membiarkan harga minyak "collapse". Menteri Perminyakan itu pada acara nasionalisasi industri semen negara itu, mengatakan bahwa perubahan saat ini dalam harga minyak tidak bisa hanya disebabkan oleh pasokan dan permintaan tetapi oleh para spekulator pasar. Venezuela telah berulang kali menyatakan penolakan terhadap peningkatan produksi. Caracas mengatakan negara itu memproduksi 3,3 juta barel minyak per hari, dengan 2,7 juta diperuntukkan ekspor. Tetapi Badan Energi Internasional memperkirakan pada Juni lalu bahwa produksi Venezuela tahun ini tidak akan mencapai 2,5 juta barel per hari. (*/lin) |