< >

Perguruan Tinggi Perlu Kerja Sama Dengan Dunia Industri

Rabu, 20 Agustus 2008 11:44
Kapanlagi.com - Kalangan Perguruan Tinggi (PT) di Tanah Air saat ini sangat membutuhkan kerja sama dengan dunia industri untuk mencetak tenaga kerja yang sarat dengan keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan permintaan pasar kerja.

Hal itu disampaikan Direktur Politeknik Negeri Semarang Drs Sugiharto MM saat kegiatan wisuda perdana mahasiswa D-III Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kuala Kencana, Timika, Papua, pekan lalu.

"Dewasa ini lulusan Perguruan Tinggi memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap makin bertambahnya kaum pengangguran. Karena itu perlu adanya kesesuaian antara pendidikan dengan dunia kerja. Lembaga pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, perlu dibangun kerja sama yang harmonis dengan Pemerintah Daerah dan juga dunia industri," kata Sugiharto.

Sugiharto menyambut positif kerja sama antara lembaga studi yang dipimpinnya dengan IPN PTFI sejak tahun 2006 dalam mendidik generasi muda asli Papua terutama tujuh suku yang berada di sekitar areal tambang PTFI dalam upaya perluasan akses dan kesempatan menikmati pendidikan tinggi.

Sementara itu Chief Administration Officer PTFI Sinta Sirait mengatakan IPN yang didirikan PTFI sejak tahun 2001 merupakan bentuk komitmen perusahaan itu terhadap pengembangan dan pemberdayaan masyarakat lokal Papua. "Melalui lembaga pendidikan ini, perusahaan berharap semakin banyak anak Papua yang mendapat kesempatan mengenyam dunia pendidikan tinggi karena memang lembaga ini dibentuk untuk mencetak sumber daya manusia masyarakat lokal Papua," tutur Sinta Sirait.

Sinta Sirait meminta pimpinan departemen di lingkungan PTFI termasuk juga perusahaan privatisasi dan kontraktor setempat dapat memanfaatkan jasa para alumni IPN. Angkatan perdana IPN yang diwisuda sebanyak 19 orang pada program studi D-III Administrasi Bisnis, Jurusan Administrasi Niaga.

Proses perkuliahan mahasiswa IPN sejak tahun 2006 ditangani langsung oleh para staf pengajar dari Politeknik Negeri Semarang. Lulusan terbaik diraih oleh Hans David Ricardo Samori dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91 dan lulusan terdisiplin diraih oleh Kaleb Ginian.

Sebelum diwisuda, 19 mahasiswa angkatan perdana IPN selama setahun mengikuti kegiatan on job training (pelatihan di tempat kerja) di area kerja PTFI. Selain program D-III, IPN secara terus-menerus meningkatkan program pelatihan, pengembangan dan pendidikan lanjutan dalam usaha membentuk dan memajukan tenaga kerja terampil di Papua. Hingga saat ini, sebanyak 2.546 peserta telah mengikuti program magang dan pra magang di IPN dengan jumlah peserta yang aktif sebanyak 1.318 peserta dan yang sudah bekerja sebagai karyawan PTFI, perusahaan privatisasi dan kontraktor sebanyak 798 peserta. (*/lin)