< >

Persik Tak Ingin Mundur Dari LSI

Jum'at, 22 Agustus 2008 19:33
Kapanlagi.com - Persik Kediri belum berencana "melempar handuk" sebagai syarat mundur dari ajang kompetisi Liga Super Indonesia, kendati dililit masalah utang dana hibah yang mengharuskan beberapa pengurus berurusan dengan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

"Apa pun yang terjadi kami akan tetap mengikuti kompetisi ini sampai selesai," kata Manajer Persik, Iwan Budianto, kepada pers di Kediri, Jumat (22/8).

Bahkan dalam kondisi krisis ini, para pemain Persik akan menjalani program pemusatan latihan di luar Kota Kediri untuk menjaga kondisi fisik selama libur kompetisi hingga 6 September 2008 mendatang.

"Sedang soal gaji pemain yang sempat terlambat, akan kami bereskan hari ini juga. Ke depan semua kewajiban Persik, termasuk utang-utang juga akan kami lunasi," kata menantu Walikota Kediri HA Maschut itu.

Menurut dia, tragedi percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Bendahara Persik, Suryadi akibat depresi menjelang pemeriksaan di Kejati Jatim, telah menimbulkan sikap empati dari beberapa elemen masyarakat dengan menyumbangkan dananya.

Mengenai adanya beberapa tim kontestan Liga Super Indonesia yang mengajukan surat keberatan kepada Badan Liga Indonesia (BLI) terkait larangan penggunaan dana APBD, Iwan mengaku belum mengikuti jejak tim-tim tersebut.

"Memang ada tim yang keberatan dan keikutsertaannya di ajang kompetisi ini terancam, tapi kami masih belum mengajukan surat ke BLI," kata anggota Komisi Eksekutif (Exco) PSSI yang kini mencalonkan diri sebagai Walikota Kediri itu.

Namun demikian, lanjut Iwan, tak tertutup kemungkinan pihaknya mengikuti jejak mereka. "Karena kalau larangan itu diterapkan secara kaku dan juga harus tunduk pada standar AFC, sudah pasti banyak klub yang gulung tikar," katanya.

Kalau sampai beberapa tim tersebut gulung tikar, maka ajang Super Liga Indonesia dipastikan akan terhenti di tengah jalan.

"Makanya PSSI sekarang menghadapi dua persoalan yang sama dilematisnya, yakni membiarkan klub krisis finansial atau tetap memaksa klub memenuhi poin persyaratan AFC dan tidak menerima kucuran dana APBD," kata Ketua PSSI Bidang Status dan Alih Status Pemain itu.

Untuk membahas kelangsungan kompetisi ini, beberapa pengurus tim kontestan Liga Super Indonesia akan menggelar pertemuan di Surabaya pada 9 September 2008 mendatang.

Namun Iwan tetap optimistis, kompetisi akan terus berlangsung karena setiap tim kontestan Liga Super Indonesia masih memiliki potensi mendatangkan investor sehingga tidak lagi "menyusu" pada pemerintah daerah seperti sekarang ini. (kpl/rif)