< >

Naiknya Harga LPG Beratkan Masyarakat

Senin, 25 Agustus 2008 17:13
Kapanlagi.com - Kebijakan PT Pertamina (Persero) menaikkan harga gas elpiji tabung ukuran 12 kg atau kebutuhan rumah tangga menjelang Ramadhan sangat keliru dan memberatkan masyarakat, terutama di Sumatera Barat (Sumbar).

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumbar, Drs, Dahnil Aswad di Padang, Senin, menyatakan, naiknya elpiji jelang ramadhan merupakan kebijakan yang tidak matang perhitungannya.

Dampaknya rakyat yang menjadi korban kebijakan, demi kepentingan bisnis dan keinginan oknum orang tertentu.

"Berbicara soal elpiji sangat lucu, karena nyaris tiap waktu sering naik, tetapi sering terdengar BUMN sektor ritel itu, masih tetap mengaku rugi," ujarnya.

Kesewenangan pihak Pertamina, tambah Dahnil, karena dalam penetapan naik atau tidaknya harga elpiji tidak diatur oleh pemerintah.

"Ini sangat disesalkan kebijakan yang dilahirkan BUMN di sektor ritel itu, karena hanya terkesan mementingkan keuntungan sendiri, tanpa mempertimbangkan nasib rakyat," kata Dahnil.

"Seharusnya Pemerintah menegaskan pada Pertamina untuk tidak menaikkan harga elpiji menjelang bulan puasa dan lebaran, karena akan ikut memicu naiknya harga kebutuhan pokok lainnya," tutur Ny, Neli, warga kuranji Padang, Sumbar, ketika diminta tanggapannya terkait naiknya harga elpiji mulai (25/8), di Padang, Senin.

Menurut dia, naiknya harga elpiji merupakan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, apalagi tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

Selain itu, harga elpiji cukup sering naik, sehingga memberatkan masyarakat dalam mengatur keuangan rumah tangga, apalagi belakangan harga kebutuhan pokok cukup tinggi.

"Menaikkan elpiji menjelang ramadhan, merupakan kebijakan ekonomi kapitalis yang sedang dikembangkan oleh Pertamina," tutur Neli dengan wajah kecewa.

Pertamina mulai Senin (25/8) kembali menaikkan harga jual elpiji kemasan 12 kg sebesar 9,5% dari Rp5.250 per kg menjadi Rp5.750.

Sebelumnya, per 1 Juli 2008, harga naik dari Rp4.250 menjadi Rp5.250 per kg.

Pertamina juga berencana menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar Rp500 per bulan sampai harga keekonomian yang sekarang mencapai Rp11.400 per kg.

Alasan Pertamina, harga yang berlaku saat ini masih di bawah harga keekonomian, dan perusahaan itu masih merugi sekitar Rp6,5 triliun per tahun dalam bisnis elpiji. (*/bee)