"Kami memutuskan melepas Radoy dengan cara baik-baik dan akan memberi semua haknya setelah melalui rapat yang juga dihadiri pelatih asing asal Bulgaria itu," kata Manajer PSM Ishlah Idrus di Makassar, Senin (25/8).
Radoy yang telah mengarsiteki PSM sejak paruh musim kompetisi Liga Indonesia 2007/2008 hingga awal kompetisi Super Liga 2008 menyatakan ikhlas meninggalkan PSM, namun ia berharap sisa gajinya delapan bulan segera dibayar untuk biaya pulang ke negara asalnya Bulgaria.
Sebagai pengganti Radoy, pengurus PSM menunjuk pelatih asal Malaysia Raja Isa, mantan pelatih Persipura yang juga resmi didepak dari klub lamanya akhir pekan lalu.
Menurut Ishlah, meski manajemen telah resmi memutuskan kontrak Radoy di tengah jalan, PSM tetap akan memenuhi semua kewajiban termasuk gaji penuh satu tahun yang tinggal delapan bulan akan segera dibayar.
Sikap pelatih asing itu dinilai Ishlah sangat terpuji karena meski resmi diberhentikan di tengah jalan sebelum kontrak berakhir, katanya, ia memperlihatkan sikap dan jiwa besar sebagai seorang pelatih profesional.
Beberapa alasan sehingga Radoy didepak dari PSM antara lain pemain tidak lagi bersedia Radoy sebagai pelatih, ada desakan dari suporter untuk mengganti pelatih tersebut, dan ia dinilai gagal membentuk tim yang solid untuk juara.
"Alasan itu yang menjadi pertimbangan sehingga Radoy terpaksa harus dicoret di tengah jalan, kemudian sebagai penggantinya adalah Raja Isa," kata Asisten manajer bidang Humas PSM Nurmal Idrus yang juga wartawan surat kabar Berita Kota Makassar.
Radoy termasuk dari beberapa pelatih yang didepak pengurus PSM di tengah jalan setelah Manuel Visa dan asistennya Gaffar Hamzah, Syamsuddin Umar, M Basri, dan Carlos de Melo. (kpl/rif)