Sikap tidak senang itu ditunjukkan Roca kepada salah seorang wartawan, seusai menjalani sesi latihan di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya, Selasa (26/8) petang.
Mantan pemain Persija Jakarta itu dengan lantang menyatakan tidak suka dengan berita harian itu edisi Senin (25/8) yang menuliskan nilai kontraknya di Persebaya sebesar Rp600 juta.
"Kenapa nilai kontrak saya harus diomongkan. Ini bukan di Italia dan tidak perlu nulis begitu," kata Roca dengan nada tinggi.
Sejumlah wartawan yang sedang mewawancarai pelatih Persebaya, Freddy Muli merasa terusik dengan suara keras pemain yang sudah membukukan lima gol buat "Green Force" tersebut.
Namun, kemarahan Javier Roca tidak berlanjut karena asisten pelatih Persebaya, Mursyid Effendi segera meredam sikap emosional anak asuhnya itu.
"Sudah-sudah, masalah ini jangan dibesar-besarkan karena takutnya mengganggu konsentrasi pemain," ujar Mursyid.
Pemberitaan soal nilai kontrak pemain Persebaya yang pernah diungkap media massa beberapa pekan lalu, juga sempat membuat tidak nyaman pemain dan manajemen tim, termasuk Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar.
Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa nilai kontrak pemain Persebaya musim 2008/2009 ini, terutama para pemain bintangnya, seperti Bejo Sugiantoro, Roca, Jairon Feliciano, Putu Gede, Anang Ma`ruf, dan Purwanto berkisar Rp300 juta hingga Rp600 juta.
Ini merupakan kali pertama, media massa di Surabaya memberitakan nilai kontrak pemain tim juara dua kali Liga Indonesia tersebut.
Musim-musim sebelumnya, masalah tersebut menjadi rahasia manajemen dan tidak pernah terungkap di media massa. Bahkan manajemen dan pemain sepakat tutup mulut kepada media massa.
Padahal, dana yang digunakan untuk mengontrak pemain pada musim sebelumnya, berasal dari APBD yang berarti uang rakyat. (kpl/rif)