
"Kalau aku paling seneng-seneng itu pas SMP. Habis itu dari usia 16 sampai sekarang itu aku lebih ke kerjaan. Makanya ibu sering bilang kalau aku itu workaholic dan dia bilang itu nggak baik untuk seorang perempuan, tapi aku fine-fine aja," ungkap Luna saat ditemui di Kamasutra Cafe, Hotel Crown, Jakarta, Selasa (26/08/08).
Meski memutuskan untuk menikmati hidup, Luna tetap berpikiran matang. Terbukti, baginya membangun rasa percaya diri itu bukan melulu dari usia tapi merupakan dorongan dari sendiri. "Untuk self confidence itu nggak cuma dari umur, itu ada dalam diri kita sendiri. Bagaimana kita menjadi yang terdepan, dengan hal yang positif tanpa bersaing," tambahnya.
Berusia matang, nampaknya tak mendorong Luna untuk buru-buru mengikatkan diri dalam sebuah hubungan, apalagi menikah. Prinsip ini dicontoh Luna dari ibunya sendiri.
"Saya sangat mendengar omongan orang tua. Apalagi ibu saya, dia bilang nikmati masa muda, keliling dunia dulu, nambah wawasan, nambah pengalaman dulu. Ibu juga menikah umur 30. Dan dia mempunyai pengalaman yang sangat luas. Makanya saya berpikir harus seperti dia. Lagian kan nikah itu sekali seumur hidup, nggak mau menikah gara-gara kepaksa umur, kalau hanya tuntutan itu ngapain," ujarnya. (kpl/ant/erl)
Lihat Profil: Luna Maya