Rahmat, pedagang daging di pasar Beurawe, Kota Banda Aceh, menjelaskan, kenaikan harga jual daging sapi lokal itu karena tingginya permintaan masyarakat menjelang puasa untuk kebutuhan meugang (hari penyembelihan hewan ternak).
Namun, jelasnya, harga daging sapi tersebut akan bergerak naik dengan perkiraan antara Rp100.000/Kg atau Rp110.000/Kg.
"Harganya bisa turun, paling rendah Rp80.000/Kg, namun bisa lebih tinggi berkisar antara Rp100.000/Kg-Rp110.000/Kg. Fluktuasi harga jual daging sapi pada hari meugang sangat tergantung tingkat permintaan konsumen," tambahnya.
Rahmat menjelaskan, harga sapi hidup saat ini juga mengalami kenaikan dibanding sepekan sebelumnya yakni berkisar antara Rp7,5 juta-Rp8 juta/ekor (isi 100 Kg). "Daging segar yang dijual pedagang itu tidak ada yang impor, semua sapi lokal," tambah dia.
Selain daging sapi, harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat khususnya kelompok sayur-sayuran juga mengalami kenaikan mencapai sekitar 200%, menjelang puasa Ramadhan 1429 Hijriyah.
Harga barang seperti cabe merah, bawang merah, tomat dan wortel itu juga akibat terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi yakni pesisir timur dan wilayah tengah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Tomat bulat asal Medan (Sumatera Utara) kini mencapai Rp15.000/Kg, tomat Takengon Rp12.000/Kg, cabe merah naik Rp28.000/Kg dari sehari sebelumnya Rp20.000-Rp23.000/Kg, bawang merah lokal naik mencapai Rp16.000-Rp17.000/Kg dari Rp13.000/Kg dan wortel Rp8.000/Kg.
Dia menjelaskan, barang kebutuhan pokok masyarakat kelompok sayur-sayuran itu juga dipasok dari Kota Medan (Sumatera Utara), selain produksi lokal para petani di Kabupaten Pidie, Aceh Tengah dan Bener Meriah. (*/bee)