< >

Kereta Anjlok, Penumpang Terlantar

Jum'at, 29 Agustus 2008 17:12
Kapanlagi.com - Ratusan penumpang kereta api di Stasiun Kediri, Jawa Timur, Jumat, telantar, menyusul terputusnya jalur kereta api lintas selatan, akibat rangkaian kereta tangki anjlok di Jembatan Sungai Brantas, Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Sebagian besar mereka tidak mengerti pembatalan perjalanan delapan rangkaian kereta api Rapih Dhoho yang biasanya setiap jam melayani penumpang dari Kediri tujuan Surabaya dan Malang, akibat insiden itu.

Demikian halnya para penumpang KA Kahuripan (Padalarang-Kediri) dan KA Brantas (Jakarta Tanah abang-Kediri), yang hendak melanjutkan perjalanan ke Blitar dan Malang.

Para penumpang kedua rangkaian kereta kelas ekonomi itu terpaksa diturunkan di Stasiun Nganjuk, lalu diangkut bus menuju Stasiun Kediri.

"Katanya masih ada kereta api ke Malang. Tapi ternyata sampai di sini kami diberitahu kalau kereta itu dibatalkan," kata Andik (28), penumpang KA Kahuripan.

Ia dan tiga anggota keluarganya kecewa, lantaran tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang dengan menggunakan kereta api ke Kepanjen, Kabupaten Malang.

"Dari pagi saya menunggu kereta di sini, tapi sampai sekarang nggak ada satupun yang lewat," kata Suaidi, warga Burengan, Kediri yang hendak bepergian menuju Malang.

Pembatalan delapan rangkaian kereta api Rapih Dhoho itu terkesan mendadak. Oleh sebab itu, banyak para calon penumpang dan para penumpang kereta api dari Jakarta dan Bandung yang hendak melanjutkan perjalanan ke Tulungagung, Blitar, Kepanjen, dan Malang tidak tahu dengan pembatalan itu.

Hal itu diakui oleh Kepala Stasiun Kediri, Warsito. "Memang tadi pagi ada dua rangkaian kereta api yang mengangkut penumpang `overstapen` (penumpang yang dipindahkan dari kereta api lain)," katanya.

Akibat kecelakaan di Jembatan Sungai Brantas, para penumpang KA Mata remaja (Jakarta Pasar Senen-Malang) dan KA Gajayana (Jakarta Gambir-Malang) diturunkan di Stasiun Kertosono, Jumat pagi. Kemudian mereka dinaikkan bus menuju Stasiun Kediri untuk selanjutnya diangkut dua rangkaian kereta api ke arah Malang.

"Ternyata kereta api yang `stand by` di sini hanya untuk mengangkut penumpang `overstapen` menuju Malang. Bukan untuk penumpang KA Kahuripan dan KA Brantas, karena memang tujuan akhir di Kediri," katanya menambahkan.

Sementara itu, empat jadwal perjalanan kereta api, yakni KA Gajayana (Malang-Jakarta Gambir), KA Mata remaja (Malang-Jakarta Pasar Senen), KA Brantas (Kediri-Jakarta Tanah abang), dan KA Kahuripan (Kediri-Padalarang) pemberangkatan awalnya terpaksa dari Stasiun Kertosono.

Jadwal pemberangkatannya pun menyesuaikan jadwal keberangkatan dari Stasiun Kertosono, yakni KA Gajayana (19.52 WIB), KA Mata remaja (18.49 WIB), KA Brantas (13.50 WIB), dan KA Kahuripan (16.05 WIB).

Selama seharian ini loket di Stasiun Kediri tidak melayani pembelian tiket. "Kecuali ada sekitar 20 penumpang KA Gajayana yang sudah pesan tiket lebih dulu. Mereka nanti akan kami angkut dengan bus menuju Kertosono," kata Warsito.

Akibat tidak melayani pembelian tiket selama satu hari itu, Stasiun Kediri menderita kerugian hingga mencapai Rp27 juta. "Ini kerugian total dari penjualan tiket untuk kereta semua jurusan, belum kerugian lainnya," katanya menambahkan.

Sementara itu sampai saat ini proses evakuasi sembilan kereta tangki BBM (Rail Train Wagon/RTW) di atas Jembatan Sungai Brantas masih terus berlangsung.

Humas PT Kereta Api Daop VII Madiun, Eko Budiyanto menargetkan, proses evakuasi itu harus rampung pada Sabtu (30/8) pagi.

Kereta tangki tanpa muatan yang melakukan perjalanan pulang dari Depot Pertamina Madiun menuju Surabaya itu, anjlok saat melintas di Jembatan Sungai Brantas yang berjarak sekitar satu kilometer di sebelah timur emplasemen Stasiun Kertosono, Kamis (29/8) malam sekitar pukul 20.00 WIB. (*/bee)