"Para pemain tetap menjalani latihan, termasuk latihan fisik, namun porsinya dikurangi," katanya di Yogyakarta, Jumat (29/8).
Ia mengatakan selama bulan puasa latihan dilakukan pagi atau siang hingga sore.
"Untuk mengganti porsi latihan yang dikurangi terutama latihan fisik pada siang hari, para pemain akan menjalani semacam `fitnes` pada malam hari usai salat tarawih. Ini bertujuan untuk menjaga fisik pemain agar tetap `fit` selama puasa," katanya.
Dengan pola latihan seperti itu, kata dia, diharapkan saat bertanding nanti kondisi para pemain tetap stabil.
PSS Sleman akan kembali bertanding pada 7 Oktober mendatang melawan Persiba Bantul di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Menurut Yudi, latihan fisik tetap dilakukan para pemain karena mereka membutuhkan kesegaran fisik selama jeda atau masa istirahat Kompetisi Divisi Utama PSSI 2008 yang cukup lama ini.
"Istirahatnya cukup lama yaitu sekitar satu bulan lebih. Kompetisi libur selama bulan puasa, dan mulai berputar lagi setelah lebaran," katanya.
Kata dia, agar kondisi fisik pemain tetap `fit` dan tidak kaku, maka selama bulan puasa tetap menjalani latihan termasuk latihan fisik.
"Apalagi berdasarkan evaluasi dari empat kali pertandingan yang lalu, faktor fisik menjadi kelemahan tim PSS. Karena itu, saya akan menggembleng fisik pemain, meskipun mereka sebagian sedang berpuasa," katanya.
Sedangkan pada awal bulan puasa nanti pemain PSS Sleman diliburkan enam hari tidak latihan resmi. "Setelah libur enam hari, mereka mulai menjalani latihan seperti biasa, tetapi porsi latihan dikurangi," katanya. (kpl/rif)