< >

Persekabpas Kian Terpuruk

Jum'at, 29 Agustus 2008 23:24
Kapanlagi.com - Persekabpas Pasuruan makin terpuruk di dasar klasemen sementara wilayah timur kompetisi Divisi Utama 2008/2009, setelah kembali menelan kekalahan 0-2 dari tuan rumah Persebaya Surabaya di stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Jumat petang.

Ini merupakan kekalahan keempat beruntun tim asuhan Abdul Muntholib dalam dua pekan terakhir dan kelima dari enam laga yang sudah dimainkan. Satu laga lainnya melawan tuan rumah Persiba Bantul berakhir imbang 1-1.

"Kami akui kalau kualitas Persekabpas masih di bawah Persebaya, tapi anak-anak sudah memberikan perlawanan terbaik," kata pelatih Persekabpas, Abdul Muntholib usai pertandingan.

Meski materi pemain kalah kelas, Persekabpas justru mampu mengimbangi tuan rumah pada babak pertama dengan pertahanan berlapis.

Persebaya yang mendominasi permainan sejak menit awal, baru bisa membobol gawang Persekabpas yang dikawal Ari Kurniawan pada menit ke-66 melalui Andi Odang.

Mantan penyerang Persekabpas ini mampu memanfaatkan blunder kiper "Laskar Sakera" saat mengantisipasi tendangan spekulasi Anang Ma`ruf.

Delapan menit berselang, Purwanto menggandakan keunggulan tuan rumah setelah meneruskan tendangan Jairon Feliciano. Ini gol kelima Purwanto dalam enam laga bersama Persebaya.

Sebelum dua gol terjadi, Persebaya memiliki banyak peluang mencetak gol. Sundulan Jairon masih mampu ditepis Ari Kurniawan dan sontekan Javier Roca masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Aksi menawan kiper Ari Kurniawan dan permainan sabar serta rapat yang diperagakan pemain Persekabpas, sempat membuat pemain tuan rumah frustasi.

Persekabpas hanya mengandalkan serangan balik dengan menempatkan penyerang tunggal Ibnu Syuhadak, tapi gagal menembus pertahanan Persebaya.

"Seharusnya kami bisa menang lebih dari dua gol, tapi keberuntungan belum berpihak pada kami," kata pelatih Persebaya, Freddy Muli.

Mantan pelatih PSMS Medan ini berulang kali harus keluar dari bangku cadangan pemain hingga ke pinggir lapangan, karena anak asuhnya sering gagal memanfaatkan peluang.

Asisten manajer Persekabpas, Abu Bakar Assegaf mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit yang lebih banyak membela tuan rumah.

"Kami kalah tidak masalah, asalkan wasitnya mimpin dengan fair play. Pertandingan sudah berjalan bagus, meski kami terus ditekan," ujarnya.

Abdul Muntholib menambahkan kesabaran merupakan kunci utama bagi timnya hingga mampu menahan gempuran Persebaya di 45 menit pertama.

"Kami kedodoran di babak kedua. Mental anak-anak langsung down begitu kebobolan," tambahnya. (kpl/rif)


BERITA TERKAIT