Satu-satunya gol dalam pertandingan itu diciptakan pada menit ke-67, ketika terjadi kemelut di depan gawang Persin yang dijaga Ardi Sulisdianto.
Pertandingan kedua tim berlangsung cepat, dan para pemain saling melakukan serangan ke pertahanan lawan.
Tuan rumah yang sebelumnya dikalahkan PSPS Pekanbaru di kandang, tidak ingin kecolongan, sehingga anak-anak asuhan Hery Kiswanto terus berjuang habis-habisan untuk mencapai nilai penuh.
Tim tamu yang berasal dari Provinsi Riau itu pun tidak mau ketinggal, mereka juga melakukan serangan bertubi-tubi sampai ke jantung pertahanan Persiraja, namun selalu digagalkan.
Anak-anak asuhan Dananjaya hampir saja menciptakan gol, kalau saja tendangan Galardo Perez pada menit ke-10 dari luar kotak finalti tidak mengenai mistar gawang Persiraja yang dikawal Sahbani.
Peluang itu langsung dibalas pemain Persiraja, melalui serangan balik. Pemain nomor 10, Leonardo Felicia, nyaris menjembolkan bola ke gawang lawan.
Permainan kedua kesebelasan pada menit-menit selanjutnya kurang menarik, karena tidak ada peluang gol yang membahayakan gawang.
Serangan yang dibangun selalu gagal, karena pertahanan kedua kesebelasan sangat ketat.
Kemudian, pelatih Keri Kiswanto merubah startegi dengan memasukkan Abdul Musawir menggantikan Sunari pada menit ke-40. Sepertinya penyerang peganggi itu belum panas, sehingga kedudukan tidak berubah sampai babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, serangan Persiraja mulai hidup. Abdul Musyawir yang selalu berada di posisi kakan pertahanan lawan, sering merepotkan petahanan. Persen yang dikawal Bako Sadisou dan Pangah Madiantara.
Pemain tengah Persiraja, Mahadirga dan Rahmad membantu serangan yang dibangun dari lapangan tengah. Hasilnya pada menit ke-54, satu peluang manis gagal dimanfaatkan dengan baik Abdul Jibril, karena tendangannya dapat dihalau penjaga gawang.
Lagi-lagi serangan Persiraja hampir saja membuahkan gol, tendangan Abdul Musyawir berhasil ditipis kiper Ardi, sehingga hanya menghasilkan tendangan penjuru.
Pada tendangan sudut tersebut hampir saja tercipta gal, kalau saja sundulan Abdul Musyawir tidak melebar.
Kebutuhan gol baru terpecahkan pada menit ke-67, ketika bola kemelut di depan gawang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Abdul Musyawir yang bermain cukup gemilang pada sore itu.
Gol tersebut berawal dari tendangan besar dari luar kotak finalti yang dilakukan Abdul Jibril. Tendangan lambung itu awalnya di sudul Pemain Persiraja, tapi bisa ditahan, sehingga terjadi kemelut di depan gawang.
Sementara itu, pemain Persin yang sudah ketinggalan 0-1 terus melakukan serangan balasan, namun dapat digagalkan pemain belakang Dedek Efendi.
Meskipun sudah unggul 1-0, anak-anak Persiraja tetap melakukan serangan-serangan yang membuat kewalahan pemain belakang Persih. Namun tidak membuahkan gol sampai babak kedua berakhir, kedudukan tetap 1-0 untuk tuan rumah. (kpl/rif)