Perempuan Masuk Politik Terbatas

Kapanlagi.com - Ibu Ani Yudhoyono menilai keikutsertaan perempuan di bidang politik masih sangat terbatas, bahkan kuota 30% keterwakilan perempuan dalam legislatif yang telah dikuatkan dengan undang-undang pun belum terpenuhi.

Hal itu dikemukakan Ibu Ani di Lapangan Silang Monas Jakarta, Sabtu, saat membuka Pameran Satu Abad Kebangkitan Perempuan Indonesia yang merupakan bagian dari peringatan satu abad kebangkitan nasional, 1908-2008.

"Kita harus akui peran perempuan dalam bidang politik masih harus ditingkatkan," kata Ibu Ani.

Oleh karena itu, lanjut dia, kaum perempuan hendaknya tidak berhenti mengasah diri dan meningkatkan kuota keterwakilan dalam legislatif, bahkan jika mungkin suatu saat nanti , keterwakilan perempuan dapat melebihi kuota yang ada tanpa perlu batas kuota tapi akibat kemampuan sendiri.

Sementara itu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta menilai sistem kaderisasi dan perekrutan bakal calon legislatif melalui sistem partai sebagai salah satu penyebab belum optimalnya peran serta perempuan di politik.

Menurut dia, saat ini diperlukan kesadaran dan pemahaman setiap pemimpin partai politik untuk memberi kesempatan pada kaum perempuan agar kuota itu dapat terpenuhi.

Ia juga mengatakan kaum perempuan harus terus meningkatkan kualitasnya agar dapat sejajar dengan laki-laki dalam bidang politik.

PKPI

Pada kesempatan itu Meutia yang juga Ketua Umum Partai Persatuan dan Keadilan Indonesia (PKPI) mengatakan bahwa 45% bakal caleg PKPI adalah perempuan.

Menurut Meutia, jika perempuan tidak diberdayakan, maka pembangunan akan pincang, karena perempuan itu adalah aset pembangunan dan bukan merupakan beban atau hambatan.

Undang-undang telah mengamanatkan pembangunan manusia tanpa membedakan jenis kelamin dan tidak diskriminasi, kata Meutia sebelumnya.

Sementara itu Pameran Satu Abad Kebangkitan Perempuan Indonesia yang berlangsung dua hari itu diselenggarakan oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan sebagai sarana refleksi agar dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi perjalanan bangsa terutama generasi muda di masa mendatang.

Sejarah perjuangan perempuan Indonesia dalam kurun waktu 100 tahun diwujudkan dalam pameran foto yang terdiri atas tujuh bagian yaitu periode 1908-1928 (masa pergerakan kemerdekaan), 1928-1945 (masa kolonial), 1945-1950 (masa revolusi), 1950-1965 (masa orde lama). 1965-1967 (masa peralihan), 1967-1998 (masa orde baru) dan 1998-sekarang (masa reformasi). (*/bee)

©2003-2007 KapanLagi.com