< >

Tiga Korban Sriwijaya Masih Dirawat Intensif

Minggu, 31 Agustus 2008 18:25
Kapanlagi.com - Tiga orang korban kecelakaan tergelincirnya pesawat Sriwijaya Air ke luar landasan Bandara Sultan Thaha Jambi atau terperosok ke kebun sayur milik korban pada 27 Agustus 2008, hingga kini masih dirawat intensif.

Berdasarkan pemantauan di RS Asia Medika yang berjarak sekitar 400 meter dari Bandara Sultan Thaha tersebut, Minggu, ketiga petani menjadi korban akibat tertabrak pesawat yang terperosok ke kebun mereka.

Ketiga korban yaitu Seno (50), kaki kiri dan tangan kanannya terpaksa diamputasi, karena mengalami luka remuk yang cukup parah.

Sedangkan isterinya Pasri (45), luka dibagian kaki dan kepala sampai kini masih trauma mengingat kejadian tersebut. Apalagi suaminya yang mengalami cacat seumur hidup, anaknya Rahmad Sholikhin yang masih berusia 4 tahun mengalami patah kaki dan tangan kian menambah beban penderitaannya.

Menurut Humas RS Asia Medika Jambi, kondisi ketiga korban kini mulai berangsur pulih, terutama Seno dan anaknya Rahmad setelah menjalani operasi dua hari lalu.

Pasri dan anaknya Rahmad dirawat di ruangan Gamma lantai II RS Asia Medika. Sedangkan Seno masih berada di ruang ICU.

Pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-200 dengan nomor penerbangan SJ062 yang dipiloti M Basuki dan co pilot Erik itu membawa 125 penumpang dan enam kru dari Jakarta. Dalam kecelakaan itu tidak ada korban jiwa.

Pihak Sriwijaya Air sendiri telah berjanji akan menanggung semua biaya hidup Seno sekeluarga dan menjamin pendidikan anaknya. (*/erl)

KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar


BERITA TERKAIT