Anggota Komisi B DPRD Tangerang, Togu Pardamaian Tobing, Minggu, mengatakan, Pemkab Tangerang saat ini memiliki tenaga pengajar sebanyak 12.000 guru berstatus pegawai negeri sipil dan 1.000 guru sukarela.
Menurut dia, kekurangan tenaga pengajar akan berdampak pada kualitas pendidikan sekolah maupun mutu kelulusan siswa sekolah di Kabupaten Tangerang.
"Guru sebanyak 13 ribu orang tidak akan efektif untuk mengajar pada sejumlah sekolah di Kabupaten Tangerang karena jumlah pelajarnya mencapai 800.000 orang dari jumlah total penduduk sebanyak 3,4 juta orang," katanya.
Ia mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang harus menyusun perencanaan yang matang dan tepat guna merekrut tenaga pelajar yang profesional serta berkualitas.
Pasalnya, dalam kurun waktu lima tahun mendatang terancam kekurangan tenaga pengajar karena ribuan guru akan memasuki masa pensiun secara bersamaan.
Proses sertifikasi guru saat ini juga belum tepat sasaran karena prosedur tersebut tidak membuat guru menjadi mandiri guna meningkatkan kualitas kerjanya namun hanya mengarah untuk meningkatkan penghasilan saja.
Dengan demikian, pengawasan terhadap pelaksanaan sertifikasi guru harus ditingkatkan agar menghasilkan guru yang berkualitas dan mampu mencerdaskan generasi bangsa Indonesia.
Sementara itu, untuk meningkatkan kesejahteraan guru, Togu menuturkan, Pemkab Tangerang selalu meningkatkan anggaran untuk bidang pendidikan dalam setiap tahunnya.
Pemkab Tangerang menganggarkan APBD 2008 untuk belanja langsung seperti perbaikan gedung sekolah dan penyediaan sarana prasaran mencapai Rp161 milyar, sedangkan anggaran untuk gaji guru PNS sebesar Rp350 milyar serta guru honor mencapai Rp30 milyar. (*/erl)