Sejumlah analis memperkirakan gangguan yang berkepanjangan pada operasional kilang minyak hanya akan memicu kenaikan harga minyak hingga 20 sen per galon atau lebih, tidak seperti saat badai Katrina atau Rita menghancurkan infrastruktur energi pada tiga tahun lalu.
Exxon Mobil Corp., Royal Dutch Shell PLC and Valero Energy Corp., merupakan perusahaan pengilangan terbesar Amerika Utara yang terpaksa menutup kilang mereka di kawasan tersebut, terutama di Louisiana Selatan.
Secara keseluruhan, sekitar 2,4 juta barel kapasitas penyulingan atau sekitar 15% dari produksi total AS terpangkas, demikian hasil perkiraan Platts, kepanjangan tangan dari McGraw-Hill Cos. Kawasan Gulf Coast AS merupakan lokasi separuh kapasitas penyulingan AS.
"15% kelihatan kecil, tapi dampaknya jauh lebih besar," kata Direktur Platts untuk kawasan AS, Eswaran Ramasamy. "Kilang Louisiana menyuplai sebagian besar kebutuhan bensin, solar atau apapun di kawasan Selatan."
Departemen Energi mengatakan, pasokan BBM normal di sepanjang kawasan Gulf Coast saat ini. Shell melaporkan permintaan kuat bensin di seluruh SPBU mereka di sepanjang Gulf Coast, meski mereka mengatakan ada pasokan tetap kuat.
Harga-harga BBM dapat menguat dalam beberapa hari dan minggu ke depan tergantung jalur dan intensitas badai Gustav. Badai itu sendiri diperkirakan menghantam pantai Louisiana pada Senin nanti.
Dua tantangan yang harus dihadapi perusahaan penyulingan pasca kerusakan dari badai Katrina dan Rita tiga tahun lalu adalah terhambatnya pasokan listrik dan banjir, yang memaksa penyulingan menghitung ulang ongkos produksi dan melakukan penyesuaian.
Ahli energi dan profesor ekonomi dari "Rice University" Kenneth Medlock mengatakan kecemasan terbesar adalah berlanjutnya dampak Gustav setelah longsor dan hujan deras di kawasan itu.
"Itu akan memaksa kilang tutup untuk sementara karena masalah banjir dan terputusnya aliran listrik," kata Medlock. "Jika terus tutup hingga waktu yang cukup panjang, harga akan mulai merambat naik. US$4 per galon bukan tidak mungkin terjadi."
Mereka juga akan mengamati Louisiana Offshore Oil Port (LOOP), yang berada di jalur badai Gustav dan telah menutup operasi mereka. Pelabuhan itu menampung 12% impor minyak mentah AS dan terhubung dengan hampir separuh kapasitas pengilangan nasional, terutama di sepanjang Sungai Mississippi.
Penutupan LOOP yang berkepanjangan akan mengganggu impor minyak mentah dan pengiriman ke pengilangan.
Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Oktober turun 13 sen menjadi US$115,46 per barel di Bursa Mencantile New York, setelah sempat naik menjadi US$118,76.
Sementara pada Minggu sore, harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Oktober naik US$1,62 per barel menjadi US$117,08, setelah sempat mencapai US$118,60. (*/bee)