< >

Perancis Usulkan Dialog UE dan ECB Lebih Dalam

Senin, 01 September 2008 10:54
Kapanlagi.com - Perancis akan mengusulkan dialog lebih dalam antara negara-negara anggota Uni Eropa dengan Bank Sentral Eropa (ECB) saat pertemuan para menteri keuangan Uni Eropa mendatang, Menteri Ekonomi Christine Lagarde mengatakan, Senin.

"Saya akan mengusulkan kepada mitra-mitra kami suatu perbaikan dalam hubungan dengan ECB dan Bank Investasi Eropa. Kami harus , terutama pada periode saat ini, memungkinkan memperdalam dialog kami dengan otorita-otorita moneter Eropa," katanya dalam wawancara edisi Minggu harian La Tribune.

"Kami harus lebih transparan dalam pertukaran informasi mengenai berbagai situasi ekonomi dalam upaya mengklarifikasi pilihan kebijakan moneter ECB."

Ia tidak memberikan usulan lebih rinci untuk disampaikan pada pertemuan tersebut dan ia akan menjadi tuan rumah yang baik pada pertemuan 12-13 September mendatang.

Financial Times melaporkan pekan lalu bahwa Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menginginkan menit-menit pertemuan ECB itu dipublikasikan dalam upaya mendorong akuntabilitas, menghilangkan suatu respon negatif baik dari ECB maupun dari Jerman.

Perancis, yang saat ini ketua pertemuan Uni Eropa, juga akan menyerukan memperkuat posisi Eropa mengenai kebijakan mata uang, "terutama terhadap China," kata Lagarde kepada La Tribune.

"Di mana akan menjadi pertemuan puncak Uni Eropa-China di Lyon pada akhir 2008 dan kami harus menjelaskan juga mengatasi keterkaitan antara yuan dan euro."

Para pejabat moneter Eropa telah mendesak untuk penguatan yuan pada pertemuan serupa di Beijing pada November 2007, tetapi China menegaskan kembali pendekatan bertahap terhadap fleksibilitas yuan.

Paris ingin China mengijinkan pengaturan mata uang yuan diperkuat terhadap euro guna mengurangi defisit perdagangan Uni Eropa dengan China bahwa hal itu dipercaya mengancam para pekerja domestik.

Mengenai ekonomi domestik, Lagarde mengatakan bahwa Perancis melakukan sesuatu yang dapat mempertahankan defisitnya dalam suatu tingkat yang ditargetkan 2,5% dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini.

Lagarde tidak dapat membayangkan jika defisit menembus 3%, meskipun pelemahan ekonomi diperkirakan berakhir setidaknya di tahun lainnya. (*/bee)