
Kegiatan itu selalu diramaikan ratusan anjungan yang menyediakan barang kerajinan, makanan dan pertunjukan musik dari berbagai negara.
Konsul Jenderal RI di Frankfurt, Eddy Setiabudhi, mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam festival itu untuk mempromosikan seni budaya dan makanan Indonesia.
"Kami berusaha menampilkan kesenian musik tradisional Indonesia dengan memboyong kelompok angklung Saung Mang Ujo yang dipadukan musik jazz," ujar Eddy Setiabudhi.
Dia mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam festival yang dikunjungi sekitar tiga juta orang itu merupakan sarana yang sangat efektif dalam mempromosikan Indonesia. (kpl/dar)
Lihat Profil: Dwiki Dharmawan
Ich war auch dabei. Mbak Rima yang baik, kalau ada makanan rusak, Ordnungsamt di Jerman pasti segera bertindak. Dan Mbak Rima adalah pengeluh pertama--dan satu-satunya, soal makanan. Yang lain, praktis tak ada masalah. Barangkali, ada makanan rusak di rumah Mbak Rima yang dikonsumsi sebelum Mbak Rima datang.
Kedua, Mbak Rima yakin datang ke sana? Kok, kalau dilihat dari photo2 yang nampak di berbagai media, sepertinya amatan Mbak Rima banyak distorsinya. Animo publik yang bertandang justru sangat tinggi. Kalau Mbak menyaksikan, para seniman itu pasti kewalahan dari segi waktu karenan penonton yang hadir selalu meminta perpanjangan waktu agar grup kesenian itu terus tampil lebih lama. Jadi, ada baiknya Mbak Rima memanggil lagi ingatan Mbak, barangkali ada ingatan yang terlupa, atau lupa ingatan.
Salam
Saya Kira gak ada istimewa nya kok penampilan Artis (D darmawan & group angklung dr bandung) and jujur aja banyak orang2 german yg kecewa dgn Indonesia stand , karena selalu jam karet (peinlich/memalukan) .
Makanan2 yg dijual pun di stand Indonesia gak bagus (byk yg terkena Diare).
Ich war dabei (museumuferfest) und finde icch indonesien stand gak beresss.........