< >

PSSI Tunggu Laporan Badan Timnas

Selasa, 02 September 2008 06:34
Kapanlagi.com - Komite Eksekutif PSSI menunggu laporan resmi dari Badan Timnas Indonesia menyusul adanya insiden pemukulan jelang babak kedua partai final antara Timnas senior melawan Libya pada Jumat malam (29/8).

"Kami tunggu laporan dari Timnas atas insiden tersebut," kata salah seorang anggota Komite Eksekutif PSSI, Mafirion kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/9).

Ia mengatakan, pihaknya belum menerima laporan lengkap atas insiden itu. Namun, Mafirion menilai bahwa pelatih Libya juga diduga melakukan tindakan di luar kesopanan dan dan hal yang tidak wajar.

Sebelumnya, pelatih Timnas Libya, Gamal Adeen M Abu Nowara mengaku dipukul oleh salah seorang asisten pelatih Indonesia saat babak pertama usai di final Piala Kemerdekaan 2008 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat malam lalu itu.

Ia mengakui hal itu kepada wartawan sambil memperlihatkan bibirnya yang luka dan kaca kacamatanya yang pecah satu. Menurut dia, pihaknya sudah melaporkan ke ketua umumnya. "Dan kami tak melanjutkan pertandingan di babak kedua," katanya.

Sementara pelatih Indonesia, Benny Dollo mengaku tak tahu apa yang telah terjadi. "Saya tidak tahu," katanya didampingi kapten Charis Yulianto.

Akhir pertandingan sendiri, Timnas senior Indonesia menjuarai Piala Kemerdekaan 2008 dengan skor 3-1 setelah timnas Libya mundur di babak kedua.

Disinggung Indonesia sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan event AFF 2008, Mafirion menyatakan, tidak ada kaitan penyelenggaraan dengan insiden ini.

Pedoman Dasar PSSI

Sementara, PSSI belum memberikan keterangan resmi menyangkut perubahan Pedoman Dasar (PD) PSSI yang baru setelah bertemu dengan pihak FIFA di markasnya di Zurich, Swiss, akhir pekan lalu.

Rombongan PSSI yang ke Swiss adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Nugraha Besoes, anggota Exco AFC Dali Taher, Ketua Komisi Disiplin (Komdis) Hinca Panjaitan, Ketua Bidang Legal Syarif Bastaman, serta Direktur Status, Alih-Status dan Transfer Pemain Max Boboy. (kpl/rif)