Menurut keterangan resmi Departemen Luar Negeri RI yang di Jakarta, Selasa (2/9), kesepakatan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Deplu RI Retno L.P. Marsudi dan Direktur Jenderal Politik Kementerian Luar Negeri Cile Juan Pablo Lira di Santiago, Cile pekan ini.
Pembentukan Komisi Bersama tersebut merupakan salah satu hasil dari konsultasi bilateral yang dilakukan oleh kedua delegasi di Santiago pada 1-2 September 2008.
Selama ini, kerja sama kedua negara telah berjalan baik khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, perikanan dan kelautan. Pada masa mendatang, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, perhubungan udara dan energi.
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Cile, Indonesia akan mengadakan pameran tunggal perdagangan di Mall Plaza Oeste, Santiago pada 3 -7 September 2008 yang diikuti oleh sekitar 25 pengusaha Indonesia.
Pameran yang menempati lahan sekitar 500 meter persegi tersebut menampilkan produk unggulan Indonesia, antara lain furniture, kerajinan, dekorasi rumah, peralatan rumah tangga, perhiasan, pakaian jadi, alas kaki dan jamu serta kosmetik tradisional.
Selama pameran juga disebarkan informasi mengenai industri yang dihasilkan oleh PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia.
Penandatanganan MoU itu juga disaksikan oleh Dubes RI di Santiago, Ibrahim Ambong dan para pejabat Kementerian Luar Negeri Cile dan KBRI Santiago. (kpl/rif)