< >

'DRUPADI', Salah Interprestasikan Mahabarata

Rabu, 03 September 2008 07:35
Kapanlagi.com - Film pendek garapan sutradara Riri Riza, DRUPADI menuai protes dari kalangan muda Hindu yang tergabung dalam World Hindu Youth Organisation (WHYO). Film yang diproduksi oleh SinemaArt dengan trio produser, masing-masing Mira Lesmana, Dian Sastrowardoyo dan Wisnu Dharmawan itu dianggap telah salah dalam memberi penafsiran dan interprestasi tentang kisah Mahabarata yang menjadi dasar cerita film tersebut.

"Mereka harusnya tidak boleh menafsirkan dengan sembarangan, meskipun mereka seniman. Sekelas apa pun mereka tidak boleh menafsirkan kitab suci. Kami punya Maharesi yang punya hak menafsirkan kitab suci," ungkap Shri I Gusti Ngurah Arya Vedakarna MWS, selaku Presiden WHYO, Selasa (2/9).

"Kami tidak protes terhadap filmnya, soalnya filmnya belum diputar. Tetapi melihat release terdapat sedikit kekurangan. Keberatan kami di sini adalah adanya interpretasi yang salah. Ini adalah sekedar himbauan. Untuk selanjutnya kami akan sampaikan ke pihak SinemArt," tambahnya.

Menurut WHYO, pernyataan press releasse yang dikeluarkan oleh produser DRUPADI pada 21 Agustus di Goethe House Jakarta, itu dinilai ada indikasi pelecehan terhadap simbol agama Hindu. Mengingat kisah Mahabarata merupakan kisah suci, bagian dari kitab suci agama Hindu, yaitu Itihasa Wedha.

"Jadi bagi kami ini merupakan proses pendewasaan. Ini sebagai komunikasi aja. Mereka kan juga punya kreativitas, tapi ya mohon untuk kekurangan diperbaiki. Karena kami juga bangga dengan film yang mengangkat tema Hindu. Ini merupakan manifestasi film Hindu," tambahnya.

Meski demikian pihak WHYO tidak akan membawa kasus ini ke meja pengadilan. Karena proses pengadilan juga harus melalui proses yang panjang. Terpenting WHYO melakukan sesuai dengan kiprahnya dan meluruskan permasalahan.

"Kami percaya hukum karma. Pokoknya kami berusaha membuat yang bener saja. Hal ini sangat penting untuk menghindari masalah dan gelombang protes dari umat Hindu dunia terhadap film Indonesia," pungkasnya. (kpl/hen/dar)

Lihat Profil: Riri Riza, Dian Sastrowardoyo, Mira Lesmana


KOMENTAR PEMBACA

wawan (30-09-2008 21:33:38)
menurutku memang mbak Dian sastro dkk sebaiknya konsul dulu dengan organisasi hindu terkait pembuatan film ini. namun dalam perwayangan Jawa yang menggunakan tokoh Drupadi, lain lagi ceritanya. Drupadi ini hanya memiliki satu suami yakni Yudistira. para penggubah wayang setuju, Drupadi disucikan sebagai wanita dan keturunan dewa, jadi ya punya satu suami saja. karena Batari Sri saja hanya bersuamikan Batara Wisnu, Batari Saraswati bersuamikan Batara Brahma, masa sih Drupadi suaminya 5. penggubah wayang Jawa memang melakukan semacam “penyatuan” persepsi agama Hindu dan Islam, apalagi pasca Sunan Kalijaga ikut memperkenalkan wayang sebagai media dakwah Islam. dalam Islam sendiri ga ada poliandri, poligami yang ada. kan dicontohkan Nabi Muhammad. jadi terserah mbak Dian dkk aja ngikut cara Hindu tulen or penggubah wayang Jawa.
deksu (03-09-2008 20:01:15)
saya kira ada baiknya pihak producer dand pembuat skenario melakukan diskusi dengan yang lebih berkompeten dalam hal ini lembaga yg berhubungan dengan agama hindu yang mana mahabrata merupakan bagian dari agama hindu. jangan asal buat untuk kepentingan golongan apalagi bisnis. jadi harus ada penelusuran cerita yang bener bukannya dibuat 2 apalagi ditapsirkan sendiri tanpa mengindahkan cerita yang sebenarnya. sekali lagi jangan cari keuntungan dengan mengabaikan keberadaan agma atau lembaga hindu yang ada. itu yang disebut pelecehan dan saya rasa kepercayaan anda juga ga mo dilecehkan orang lain ya ga???????

Galeri Foto Riri Riza
Kolaborasi Seni Peran - Musik - Tari


Arsip Foto Riri Riza
018.jpg
017.jpg
016.jpg
015.jpg