< >

Pekerja Musik Malaysia Tuntut Pembatasan Musik Indonesia

Rabu, 03 September 2008 18:12
Kapanlagi.com - Persatuan karyawan industri musik Malaysia (Karyawan) akan menuntut kepada Menteri Tenaga, Air, dan Komunikasi Malaysia, Shaziman Abu Mansor, agar dibuatkan aturan yang membatasi penyiaran lagu Indonesia di radio di negeri itu.

"Kami akan menghadap menteri Shaziman besok untuk menyampaikan tuntutan kuota 90% siaran lagu-lagu Malaysia, sisanya baru lagu Indonesia 10%," kata ketua Karyawan, Ahmad Abdullah, kepada Malaysiakini.com, Rabu (3/9).

Menurut Karyawan, jika tuntutan kuota itu tidak diterima, perbandingan 80:20 masih bisa diterima.

Tuntutan itu didukung sekitar 700 karyawan yang bekerja di industri musik. Dalam pertemuan itu, Presiden Karyawan, Freddie Fernandez, komposer dan penyanyi terkenal M Nasir dan Nan Saturnie akan hadir dalam pertemuan dengan menteri.

Para karyawan industri rekaman Malaysia sudah lama memprotes dan menuntut agar radio di Malaysia tidak terlalu banyak menyiarkan lagu Indonesia karena akan menambah penjualan album penyanyi Indonesia di Malaysia, dan menurunkan pangsa pasar album penyanyi Malaysia.

Para penyiar dan pengelola stasiun radio Malaysia beralasan seringnya memutar lagu Indonesia disebabkan karena banyaknya permintaan dari pendengar.

Bahkan, tiga stasiun radio swasta yang saling berlomba menduduki posisi teratas di Malaysia, Era FM, Hot FM, dan Suria FM memiliki program pemutaran lagu Indonesia setiap hari Minggu, antara jam 10-12 siang.

Penyanyi rock terkenal Malaysia, Amy Search, mengatakan kepada pers, jika jam 10 malam ke atas Malaysia sudah seperti Jakarta karena semua radio menyiarkan lagu-lagu Indonesia hingga dinihari.

Karena banyak penggemarnya, banyak perusahaan telekomunikasi seperti Maxis, DIGI dan Celcom serta Telekom Malaysia (TM) yang mensponsori konser musik group band Indonesia di Malaysia. (kpl/dar)

KOMENTAR PEMBACA

Ampex_Vista (10-09-2008 16:13:34)
Kita boleh bangga, kita boleh senang, tapi kita tak boleh larut. Ingat, dunia pendidikan, dunia pendidikan agama, dunia teknologi, kita juga pernah berjaya atas Malaysia, tapi sekarang?

Mari kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk para musisi kita. Beli CDnya, bukan bajakannya, hadiri konsernya, karena dari situlah mereka hidup dan berkarya.

M. O. mereka : mempelajari, meniru, mengiming2 dengan uang, setelah tahu caranya. Kalau masih gagal juga, mengklaim dan mempatenkan...

sarie (06-09-2008 10:46:34)
ah itu sih cuma berlebihan aja,ya makannya bikin lagu dong yang berkualitas,jangan cuma protes.saingan boleh kan tapi harus sehat.tul gak.........