Kepala Divisi Pemasaran Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Fathor Rahman di Jakarta, Rabu (3/9) mengatakan, gas tersebut berasal dari pengalihan volume Sempra, West Coast, AS.
"Volume pengalihan LNG dari Sempra ke Tokyo Gas mungkin 500 ribu ton per tahun," katanya.
Dengan demikian, pengalihan LNG Sempra dari kuota 1,8 juta ton per tahun sudah tercapai 1,5 juta ton yang terdiri dari Korean Gas (Kogas) sebanyak satu juta ton dan Tokyo Gas 500 ribu ton.
Namun, Fathor menolak menyebutkan harga LNG ke Tokyo Gas itu, sebab negosiasi masih belum final.
Sementara, harga ke Kogas mencapai harga US$20 per juta british thermal unit (MMBTU) yang merupakan harga di lokasi pembeli dengan asumsi harga Japan Cocktail Crude (JCC) US$120 per barel.
Harga ke Kogas tersebut akan menjadi harga kontrak gas tertinggi yang pernah dilakukan Indonesia.
BP Migas juga tengah mengupayakan pengalihan kontrak Sempra dengan pembeli Jepang lainnya yakni Tohoku dan PTT Thailand. (kpl/rif)