< >

Pengurus Optimis Pemain Persikota Tetap Bertahan

Rabu, 03 September 2008 18:29
Kapanlagi.com - Pengurus kesebelasan Persikota Tangerang, Banten, optimis para pemain yang telah dikontrak untuk satu musim kompetisi Liga Indonesia (LI) 2008 tetap bertahan meski saat ini pihak manajemen mengalami kendala keuangan.

"Kami yakin bahwa para pemain masih tetap betah membela tim walau saat ini kondisi keuangan dalam keadaan minim untuk membiayai kompetisi," kata Sekretaris Persikota, HM Syamtani di Tangerang, Rabu (3/9).

Dia mengatakan bahwa kendala keuangan memang dialami tim dan manajer H.Achmad Dasuki berupaya mengatasi dengan meminta bantuan kepada Ketua Umum Persikota, H. Wahidin Halim yang juga Walikota Tangerang.

Menurut dia, mayoritas pemain yang sudah dikontrak tidak punya keinginan untuk pindah pada kesebelasan lain karena pembinaan manajemen dilakukan sejak lama terhadap pemain muda berbakat.

Namun begitu, memang ada pemain yang ingin pindah ke tim lain dan jumlahnya tidak lebih dari dua orang, tetapi pengurus tidak dapat menahan karena sudah merupakan hak mereka.

Pada umumnya pemain senior seperti Taryana Sopandi, Zainal Anwar, Rolando Koibur, Aji Mustopa serta pemain asing Esteban Guillen masih betah membela Persikota.

Sebelumnya diberitakan Persikota kesulitan keuangan sehingga menyebabkan tim terancam melanjutkan kompetisi LI 2008, akibatnya manajer H. Achmad Dasuki tidak sanggup mengelola dan menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum H. Wahidin Halim.

Sedangkan manajer Persikota H. Achmad Dasuki membenarkan pihaknya sudah tidak sanggup lagi mengelola tim karena kondisi keuangan yang belakangan ini kosong sehingga menyebabkan kontrak pemain asing dan lokal sudah dua bulan tidak dibayar.

Untuk kontrak pemain hanya dibayar 25% termasuk bagi pemain asing dan lokal dan sehingga hampir tiap saat mereka menagih agar dapat dilunasi.

Upaya yang dilakukan manajemen untuk mencari sponsor dianggap gagal, meski ada ribuan perusahaan dengan skala ekspor maupun lokal beroperasi di wilayah ini.

Ketua Umum Persikota, H. Wahidin Halim mengatakan bahwa pihaknya enggan mengucurkan dana akibat Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang hingga saat ini belum juga direvisi sehingga khawatir terjerat hukum.

Bila payung hukum penggunaan dana itu belum juga direvisi oleh Mendagri, maka pihaknya tidak mau menanggung risiko pidana karena dianggap korupsi.

Setiap tahun pengurus Persikota harus mengeluarkan dana segar berkisar Rp12 miliar hingga Rp14 miliar yang sumbernya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Tangerang. (kpl/rif)