< >

Waspadai Kebakaran Selama Ramadhan

Rabu, 03 September 2008 19:28
Kapanlagi.com - Dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Timur Kota Samarinda paling rawan terjadi musibah kebakaran, khususnya selama Bulan Ramadan, sehingga pihak Poltabes setempat mengimbau warga lebih meningkatkan kewaspadaannya.

"Kami mengingatkan agar warga mewaspadai bahaya kebakaran selama bulan suci Ramadan, mengingat daerah ini paling rawan terjadi musibah kebakaran," ujar Kepala Bagian Bina Mitra Poltabes Samarinda, Ajun Komisaris Musrifin Umar, di Samarinda, Rabu (3/9).

Melalui Bagian Bina Mitra Poltabes Samarinda, aparat kepolisian setempat secara rutin mengingatkan warga tentang ancaman bahaya kebakaran melalui pengeras suara saat melakukan operasi keliling.

"Selain patroli rutin, kami juga mengintensifkan peringatan bahaya kebakaran kepada masyarakat melalui mobil penerangan agar mewaspadai kebakaran, khususnya pada jam-jam rawan seperti pada saat menjelang berbuka puasa dan saat menjelang sahur," ujar dia.

Samarinda menjadi rawan kebakaran selama Bulan Ramadan karena banyak warga yang meninggalkan kompor dalam keadaan menyala di rumahnya. Apalagi, ketimbang daerah lain di Kaltim, Samarinda adalah kota terpadat, yakni mencapai sekitar 700.000 jiwa.

"Jadi, kebakaran banyak disebabkan oleh kompor yang meledak akibat ditinggal tidur. Jam rawan terjadi kebakaran yakni, antara pukul 01:00 Wita hingga pukul 03:00 Wita, yakni saat itu orang tengah memasak untuk sahur, tetapi karena mengantuk akhirnya mereka tertidur. Pada jam-jam itulah kami melakukan patroli untuk mengingatkan kepada warga tentang bahaya kebakaran," katanya.

Sedangkan pada siang hari, jam rawan kebakaran adalah 13:00 Wita hingga pukul 17:00 Wita, sehingga polisi juga menyesuaikan jam patrolinya dengan waktu tersebut.

Kebakaran menjadi "musibah langganan" Kota Samarinda, khususnya setiap Ramadan, hampir setiap tahun hal itu terjadi, seperti yang yang terjadi awal Ramadan 2008 ini sehingga sedikitnya 40 jiwa atau 10 KK kehilangan tempat tinggal akibat empat rumah mereka hangus dilalap "si jago merah" di Gang Jelawat, Sungai Dama Samarinda.

Menjelang Lebaran pada 2007, terjadi kebakaran yang sedikitnya menghanguskan sekitar 100 rumah di Jalan Slamet Rijadi, Karang Asam. Kasus serupa juga terjadi pada 2006 di kawasan padat penduduk Gang Masjid Gatot Subroto Samarinda. (kpl/rif)