"Demi menghemat pengeluaran, kami terpaksa naik bus langsung dari Tangerang menuju Jepara, yang biasanya melalui Semarang menggunakan pesawat terbang," kata manajer Persita H Andi Mulyadi di Tangerang, Rabu (3/9).
Pernyataan tersebut berkaitan dengan tim berjuluk Pendekar Cisadane itu akan bertemu dengan Persijap Jepara di Stadion Bumi Kartini, Minggu (14/9) malam.
Ia mengatakan penghematan anggaran tersebut sudah merupakan suatu keharusan dari manajemen, karena saat ini suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang telah berkurang.
Bila menggunakan pesawat terbang minimal dana yang terkuras lebih dari Rp30 juta, belum termasuk untuk biaya kendaraan dari Semarang ke Jepara atau sebaiknya.
Dengan menggunakan bus dari Tangerang langsung ke Jepara, dana dapat dihemat mencapai Rp20 juta, sisa uang itu dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya selama kompetisi digelar.
Rencananya tim akan berangkat ke Jepara Rabu (10/9) dan diperkirakan menempuh 15 jam perjalanan sehingga pemain mempunyai waktu untuk istirahat.
Menurut dia, tidak ada bedanya pemain menggunakan bus atau pesawat terbang, karena setiap pemain profesional akan mengalami keletihan pada fisiknya.
Mengenai keberangkatan menggunakan bus tersebut, pelatih Persita Agus Suparman mengatakan bahwa tidak ada masalah jika pemain mempunyai waktu istirahat yang cukup.
Para pemain juga dapat merasakan bahwa manajemen berupaya menghemat anggaran, dan tentunya harus didukung secara penuh demi kompetisi berjalan lancar, kata mantan asisten pelatih Benny Dollo itu.
Saat ini Persita berada di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan mengumpulkan empat poin, dari tujuh kali bertanding; sekali menang dan imbang serta lima kali tumbang.
Sedang Persijap di peringkat kedelapan mengantongi 10 poin dari tujuh kali main; tiga kali menang dan kalah, serta sekali seri. (kpl/rif)