< >

Minyak Dunia Ditutup Melemah

Kamis, 04 September 2008 09:09
Kapanlagi.com - Harga minyak dunia ditutup sedikit melemah pada Rabu waktu setempat, atau Kamis pagi WIB, karena pasar fokus terhadap permintaan di tengah melambatnya ekonomi global dan sinyal OPEC berada di bawah tekanan untuk mengurangi pasokannya.

Kontrak utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman Oktober, turun 36 sen menjadi ditutup pada US$109,35 per barel setelah merosot hampir US$6 pada penutupan Selasa.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober, turun 28 sen menjadi berakhir pada US$108,06 per barel.

Harga minyak mentah turun sejak awal karena pasar terus mencemaskan permintaan, meski produksi minyak mentah dan pengilangan di Teluk Meksiko berkurang setelah Badai Gustav menerjang kawasan tersebut pada Senin.

"Jelas sekali, kekhawatiran permintaan membebani hampir setiap pertimbangan lainnya. Jika ukuran kekhawatiran ini mulai tanggal dengan puncak harga minyak mentah pada 11 Juli pada US$147,27 kemudian permintaan ini menjadi hal mendasar, ketika realitasnya permintaan telah berubah," kata John Kilduff, analis pada MF Global.

John Kilduff mengatakan: "Sekarang jelas bahwa permintaan global melambat sesuai dengan yang kami perkirakan. Dan kami juga memperkirakan belahan lain di dunia sedang merasakan dampak dari pelambatan ekonomi dan bagian lain dunia tidak terpengaruh ekonomi dan krisis kredit AS."

Di Teluk Meksiko, kerusakan instalasi minyak mentah dan gas alam akibat Gustav tidak begitu besar sehingga produksi minyak pertama kembali mulai berjalan.

Departemen Dalam Negeri AS mengatakan hampir 5,0% dari produksi minyak di Teluk Meksiko telah mulai beroperasi Rabu.

Departemen mengatakan 95,8% dari produksi minyak dan 91,6% dari produksi gas alam masih tutup. Pada Selasa, seluruh produksi minyak mentah dan sekitar 95% produksi gas alam ditutup.

Produksi normal kawasan tersebut adalah 1,3 juta barel minyak mentah per hari dan 210 juta meter kubik gas alam, menurut departemen.

Pemerintah AS mengatakan Selasa, pihaknya siap meluncurkan 250.000 barel cadangan minyaknya untuk membantu kekurangan pasokan.

Presiden AS George W. Bush pada Rabu mengatakan bahwa ia akan mengeluarkan cadangan minyaknya jika diminta perusahaan-perusahaan sehubungan terjadinya Badai Gustav.

"Malam tadi kami mendapat permintaan dari sebuah perusahaan yang menjalankan usahanya di Louisiana dan kami memenuhi permintaan tersebut. Dan selanjutnya minyak diluncurkan dari Strategic Petroleum Reserve. Dan kami akan terus melayani sepanjang ada permintaan dari perusahaan-perusahaan," kata dia.

Pasar minyak juga sedang memantau pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) Selasa dan anggotanya, Iran, yang menyerukan para menteri perminyakan untuk membicarakan dampak pasokan dari beberapa anggotanya yang melampaui kuota produksi. (*/bee)


BERITA TERKAIT