Dolar AS telah menguat terhadap mata uang rivalnya dalam pekan-pekan terakhir ini karena memuncaknya kekhawatiran di Eropa, Jepang dan ekonomi utama lainnya yang mulai menderita pelambatan ekonomi yang pertama kali terjadi di AS. Mata uang 15 negara anggota euro turun menjadi US$1,4493 dari US$1,4518 pada akhir Selasa di New York.
Menguatnya dolar AS mendorong para investor yang membeli komoditas sebagai perlindungan terhadap inflasi menjual kontrak-kontrak mereka. Ini juga membuat komoditas dalam denominasi dolar lebih mahal bagai para pembeli di luar negeri.
Harga emas untuk penyerahan Desember turun US$2,30 menjadi ditutup pada US$808,20 per ons di New York Mercantile Exchange, setelah pada awal turun ke posisi terendah US$793,70 (*/bee)