"Kami akan kembali meninjau Stadion Lebak Bulus, Selasa pekan depan," kata Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
BLI mempertimbangkan keinginan tim berjuluk "Laskar si Pitung" itu untuk menggunakan stadion tersebut.
Joko mengatakan, ada beberapa hal yang sangat penting di stadion tersebut untuk direnovasi.
"Ada renovasi yang paling mungkin dilaksanakan seperti lampu stadion," katanya.
Jika sudah terpenuhi, BLI pun akan memberi ijin bagi Persitara Jakarta Utara untuk memakai stadion yang terletak di Jakarta Selatan itu.
"Kami akan lihat kesiapannya. Kalau sudah memenuhi standar efisien renovasi, Persitara akan kami ijinkan bermain di sana," kata Joko.
Pada awal kompetisi, BLI menolak Stadion Lebak Bulus sebagai venue bagi Persitara dan Persita. Pasalnya, banyak bagian yang belum memenuhi standar yang dikeluarkan oleh BLI.
Persitara juga kewalahan dalam melakukan renovasi, karena stadion merupakan milik Pemerintah DKI Jakarta.
Selain Persitara, dua klub lainnya berpeluang menggunakan Lebak Bulus yakni PSMS Medan dan Persita Tangerang. "Kalau kedua tim itu juga dapat ijin dari pengelola stadion, kami akan prioritaskan Lebak Bulus," kata Joko.
Namun untuk dua pertandingan pada bulan September ini, PSMS menggunakan stadion Jatidiri Semarang sedang Persita akan bermain di Jatim atau Jateng.
Stadion Teladan Medan
Sementara itu, BLI juga akan melakukan peninjauan ke stadion Teladan Medan dalam waktu dekat, berkaitan dengan akan digunakannya stadion itu untuk kandang PSMS pada putaran kedua kompetisi Liga Super.
Joko menegaskan akan melihat rencana renovasi stadion Teladan Medan tersebut. (*/cax)