"Saya menerima duta besar Iran dan ia mengundang Brazil untuk menjadi bagian dari OPEC. Tawaran itu bukan suatu usul tetapi suatu undangan resmi," katanya dalam sebuah konferensi pers.
Tetapi Lobao mengatakan bahwa ia menyatakan kepada Dubes Iran Moshen Shaterzadeh dalam pertemuan dua pekan lalu itu bahwa Brazil "belum mempertimbangkan kemungkinannya" saat ini.
Brazil pada November 2007 mengumumkan pihaknya menemukan ladang-ladang minyak baru 250 km (155 miles) lepas pantai yang diprediksi mempunyai kandungan hingga delapan miliar barel minyak.
Awal tahun ini, negara itu juga mengatakan ladang-ladang lain yang berdekatan dapat mengandung 40 miliar barel minyak ringan.
Jika ditetapkan melalui tes yang tengah berjalan, penemuan itu akan melipatgandakan cadangan tersedia minyak nasional negara itu, dari saat ini 14 miliar barel dan mendorong Brazil menjadi setingkat seperti Nigeria, negara anggota OPEC atau bahkan Venezuela.
OPEC beranggotakan 13 negara, termasuk Arab Saudi dan Iran, di mana mempunyai cadangan terbesar di dunia.
Labao mengatakan ia tidak menyampaikan tawaran Iran itu kepada para menteri Brazil lainnya dan menyatakan bahwa tidak ada diskusi berlangsung mengenai masalah penggabungan ke dalam OPEC.
Ia mengatakan bahwa Mei lalu atas undangan Arab Saudi, ia menghadiri pertemuan darurat OPEC di mana ia menguraikan tentang perspektif industri minyak Brazil. (*/bee)