Chiriboga mengatakan bahwa harga minyak mentah dunia saat ini yang berada di kisaran US$100-110 per barel adalah "masuk akal" bagi negara Amerika Utara itu yang merupakan produsen minyak terbesar ke lima.
Pemerintah Ekuador merupakan sekutu dekat tetangga Andean-nya, Venezuela.
"Menteri (perminyakan) Venezuela telah membuat suatu proposal untuk penurunan produksi minyak dunia, tetapi kami tidak ikutan opini tersebut kami akan mengusulkan untuk mempertahankan (tingkat produksi) untuk menstabilkan harga minyak dunia," kata Chiriboga kepada stasiun radio lokal.
Pekan lalu, Menteri Perminyakan Venezuela Rafael Ramirez mengatakan bahwa rekomendasinya untuk mempertahankan produksi pada tingkat saat ini, tetapi bahwa OPEC mungkin mempertimbangkan penurunan produksi pada pertemuan mendatang karena harga telah bergerak turun.
Harga minyak telah mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir di tengah menguatnya dolar dan kekhawatiran seputar ekonomi global, tetapi masih di atas US$100 per barel, di mana dipertimbangkan oleh Venezuela suatu harga wajar untuk per barelnya.
Chiriboga, mantan pengacara itu mengatakan bahwa penurunan tajam dalam harga minyak akan membantu negara-negara miskin meredam inflasi yang disebabkan tingginya harga berbagai komoditi.
Beberapa analis percaya bahwa OPEC akan menurunkan produksi jika harga terus turun hingga di bawah US$100 per barel. Harga minyak telah menurun hampir 30% dalam beberapa pekan terakhir di tengah menguatnya dolar dan karena melebarnya permasalahan ekonomi dunia menambah kekhawatiran seputar permintaan. (*/bee)