
Mengenai ketertarikan dirinya terhadap batik, bekas personil Ratu tersebut mengaku bila batik dapat diubah sesuai tren yang ada dan kehendak dirinya. "Kalau dulu memang terkesan konvensional tapi sekarang saya bisa berkreasi seperti yang saya mau. Beberapa kali di panggung saya malah pakai batik yang dimodifikasi," ucapnya.
Walau kini pengguna maupun produksi batik bagai jamur di musim penghujan namun Maia merasa batik harus tetap mempunyai nilai tambah, harga mahal misalnya.
"Saya kira batik mahal perlu. Sebab nggak mudah membuat batik. Apalagi batik tangan, perlu berminggu-minggu atau mungkin lebih untuk menyelesaikannya. Ya, ibarat saya membuat lagu. Jangan sangka gampang lho. Karena di sana terdapat nilai seni yang nggak bisa diukur dengan uang," imbuh ibu tiga anak itu serius.
Sementara dipilihnya Maia sebagai salah satu penerima penghargaan, Mariana beranggapan sosok Maia dapat mewakili figur anak muda yang funky namun tidak lupa dengan karya negeri sendiri. (kpl/dis)
Lihat Profil: Maia Ahmad
bunda kok ningalin ayah ahmad dani sech kan kasin anak nya dunk ngk usah berpisah aja bunda yach nie kan mau hari kemenangan jadi ngk usah bertengkar lagi yach