Pelatih Persita, Agus Suparman ketika dihubungi, Kamis mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan menghadapi tuan rumah Persijap Jepara dengan teknik dan taktik yang diterapkan kepada pemain agar dapat dilaksanakan nantinya.
"Bahkan, persiapan itu sudah matang karena sejak awal puasa para pemain melakukan latihan malam hari setelah berbuka dan sholat tarawih," katanya.
Dia mengatakan, tahap awal latihan memang terasa lelah namun setelah memasuki hari ketiga dan keempat, maka pemain sudah terbiasa melakukannya.
Dalam latihan malam pada bulan Ramadhan, dimulai pukul 20.30 WIB dan berakhir 22.30 WIB, hingga saat ini belum ada pemain yang mengalami cedera atau keletihan berlebihan walau siang hari menjalani ibadah puasa.
Untuk menghadapi Persijap, para pemain berseragam serba ungu itu telah menjalin kerjasama di semua lini agar mampu membuahkan gol karena dalam pertandingan sebelumnya, tim ini hanya menang sekali.
Saat ini Persita berada di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan mengumpulkan empat poin, dari tujuh kali bertanding, sekali menang dan imbang serta lima kali tumbang.
Sedangkan Persijap di peringkat ke-8 mengantongi 10 poin dari tujuh kali main, tiga kali menang dan kalah, serta sekali seri.
Menurut Suparman, belakangan ini pemain kurang dalam penyelesaian akhir meski kadang bola telah di depan kiper tanpa ada yang menghalang, akibat terburu-buru, maka tendangan sering melenceng di atas mistar gawang.
Namun begitu, pihaknya sudah menekankan kepada pemain terutama masalah kesiapan menghadapi lawan, bahwa untuk menciptakan gol butuh mental dan kerjasama terbaik di lapangan hijau.
Walau begitu, pihak manajemen kesebelasan Persita melakukan penghematan dana ketika menghadapi Persijap sehingga mereka berangkat dengan menggunakan bus, meski sebelumnya dengan pesawat terbang melalui Semarang. (kpl/rif)