< >

China Siap Tampung Buah Dari Indonesia

Kamis, 04 September 2008 23:17
Kapanlagi.com - China siap menerima ekspor buah-buahan dari Indonesia yang mana saat ini sudah empat komoditas disetujui masuk.

Kepastian diterimanya buah-buahan Indonesia ke China tersebut setelah ditandatanganinya Protokol Pemeriksaan Karantina Tumbuhan antara Badan Karantina Pertanian Deptan dengan Badan Karantina China (AQSIQ) di Gedung Deptan, Kamis (4/9).

Kepala Badan Karantina Pertanian, Syukur Iwantoro mengatakan, dengan penandatanganan protokol tersebut dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan non tarif terhadap produk Indonesia.

Dalam penandatanganan itu Indonesia diwakili Kepala Badan Karantina Deptan, Syukur Iwantoro dan Dirjen Hortikultura, Ahmad Dimyati.

Sedangkan China dipimpin Wakil Menteri AQSIQ, Wei Chuangzhong, serta lima anggota lainnya di antaranya Wakil Dirjen Departemen Pengawasan Karantina Hewan dan Tumbuhan AQSIQ, Lu Houlin.

"Selama ini banyak alasan non tarif seperti penyakit, kandungan lalat buah atau jamur yang dijadikan hambatan," katanya.

Menurut Syukur, setelah penandatanganan ini maka pasar China terbuka untuk produk buah Indonesia, yang mana pada tahap awal akan masuk salak pondoh ke negara tersebut.

Selain itu, tiga komoditas lainnya yakni duku, manggis dan pisang juga siap direalisasikan ekspornya ke China.

Menyusul setelah itu yakni nangka, mangga, alpukat, durian dan sirsak akan segera menyusul untuk dilakukan penandatanganannya.

Sementara itu, Wakil Menteri AQSIQ, Wei Chuangzhong mengatakan, China yang memiliki penduduk besar merupakan pasar yang potensial bagi produk buah-buahan Indonesia.

Dia mengakui, iklim yang unik di Indonesia telah menghasilkan produk buah-buahan yang unik dan eksotis yang tidak dihasilkan di Cina.

Beberapa waktu lalu, tim inspeksi China telah melakukan verifikasi terhadap sistem budidaya salak di Jogjakarta yang hasilnya positif untuk jaminan pasar.

Sementara itu, Dirjen Hortikultura, Ahmad Dimyati mengatakan, setelah penandatanganan protokol ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan promosi oleh para eksportir ke China selama 2-3 bulan.

Ketika ditanyakan volume buah yang akan diekspor, dia menyatakan, hal itu baru bisa diketahui setelah kegiatan promosi.

"Saya rasa, kalaupun seluruh produk Indonesia diekspor ke China tak akan cukup untuk memenuhi pasar di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu," katanya. (kpl/rif)