< >

Harga Minyak Masih Turun

Jum'at, 05 September 2008 09:10
Kapanlagi.com - Harga minyak dunia turun lagi pada Kamis waktu setempat, karena pasar mencerna laporan mingguan terakhir cadangan energi AS yang jatuh lebih besar dari perkiraan.

Kontrak utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman Oktober, merosot 50 sen menjadi US$108,85 per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober jatuh 73 sen menjadi US$107,33 per barel.

Departemen Energi AS (DoE) mengatakan stok minyak mentah AS telah berkurang 1,9 juta barel dalam pekan yang berakhir 29 Agustus, lebih besar dari proyeksi para analis turun 300.000 barel.

Minyak hasil penyulingan (destilasi), yang termasuk bahan bakar pemanas, turun 400.000 barel pekan lalu, walaupun para analis telah memperkirakan turun lebih besar 600.000 barel.

Minyak destilasi dipantau dengan seksama oleh pasar jelang musim dingin di belahan bumi utara.

Laporan terakhir DoE dipublikasikan terlambat satu hari dari biasanya, karena Senin libur Hari Buruh di Amerika Serikat.

Harga minyak turun sekalipun sebagian besar produksi minyak mentah AS di Teluk Meksiko masih "off-line" (terputus) setelah kilang minyak tak beroperasi akibat Badai Gustav.

Kerusakan terbatas fasilitas energi AS akibat badai Gustav pada awal pekan menyediakan bantuan sangat besar dan mengijinkan harga untuk turun tajam, kata para pedagang.

"Tampak bahwa badai Gustav hanya mengakibatkan kerusakan kecil pada infrastruktur industri minyak," kata David Moore, seorang analis komoditas Commonwealth Bank of Australia.

Perhitungan kerusakan pasca Gustav terhadap instalasi minyak dan gas alam masih berjalan namun produksi minyak pertama kembali menetes on-line.

Harga minyak telah jatuh dari rekor tertinggi di atas US$147 pada awal Juli karena melemahnya permintaan, terutama di Amerika Serikat, negara konsumen energi terbesar.

Pasar minyak juga memantau pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Selasa depan (9/9) di tengah spekulasi akan memangkas produksinya jika harga minyak turun di bawah US$100.

Anggota OPEC, Nigeria, mengatakan Kamis, pihaknya menjaga opsi terbuka pada kuota produksi dalam pertemuan pekan depan di tengah gelombang penurunan harga minyak.

"Saya mempertahankan sebuah pemikiran terbuka," kata menteri yunior perminyakan Odein Ajumogobia kepada AFPjelang pertemuan di Wina, kantor pusat OPEC, Selasa.

OPEC beranggotakan 13 negara, termasuk Arab Saudi dan Iran, yang memproduksi 40% minyak dunia. (*/bee)


BERITA TERKAIT