"Ekspor Sulut ke Filipina hingga sekarang berjalan tetap normal dan diharapkan kondisi ini akan terus berlangsung," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Gemmy Kawatu, di Manado, Jumat.
Filipina merupakan salah satu pasar potensial dibanding negara Asean lainnya karena selain jarak lebih dekat juga karena wujud hasil kesepakatan BIMP-EAGA yang terus terjalin hingga kini.
Di antara produk yang banyak dikirim ke Filipina yakni kopra, produk perikanan, dan minyak goreng serta produk lainnya yang banyak dibutuhkan masyarakat di negara tersebut.
Kepala Sub Dinas Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut, Hanny Wajong mengatakan, ekspor Sulut ke Filipina Januari hingga Juni (semester I) tahun 2008 sudah mencapai US$5,37 dengan volume 7.358,4 ton.
Rinciannya, kopra US$2 (volume 2.400 ton), ikan segar US$908.573 (2.807 ton), ikan tuna segar US$46.671 (70 ton), ikan cakalang segar 47.959 (82 ton) dan minyak goreng sawit US$2,36 juta (1.999,9 ton).
Jumlah ekspor semester pertama tahun 2008 tersebut berarti sudah mencapai 60% dibandingkan realisasi selama 2007 yang sebesar US$8,92 juta dari volume 27.390,23 ton, kata Hanny.
Sedangkan ekspor Sulut ke Filipina pada 2006 sebesar US$12,84 juta dengan volume 30.956,6 ton dari sekitar 17 produk. (*/bee)