
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawaira di Jakarta, Jumat (5/9), yang dimintai keterangannya soal dugaan kecelakaan yang disengaja atas Sophan Sophiaan mengatakan bahwa otopsi bisa saja dilakukan. "Namun hal itu harus berkoordinasi dulu dengan pihak keluarga," imbuhnya.
Ia mengakui, jenasah Sophan hanya diotopsi dari luar dan tidak dari dalam sebab jenasahnya terlihat utuh dan tidak ada bekas-bekas dilindas kendaraan.
"Dilindas kendaraan dengan kecepatan 60 km per jam itu pasti menimbulkan bekas. Kulit bisa mengelupas atau pakaian akan tercabik. Tapi, tanda-tanda dilindas tidak ada," katanya.
Terkait kasus itu, hingga kini Polres Ngawi belum menghentikan penyidikan dan masih terus bekerja untuk mengungkap kasus ini. Sementara beberapa saksi, termasuk dua pensiunan polisi yakni Jenderal Pol (purn) Roesmanhadi dan Marsekal Muda (purn) Peter Wattimena, akhirnya diperiksa tim penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi, Jawa Timur, pada hari ini (Jumat, 5/9). (kpl/boo)
Lihat Profil: Sophan Sophiaan, Widyawati
Sebagai umat muslim kita berdoa saja, semoga terkuak bahwa yang benar itu benar yang salah itu salah.
ass,......
apa memang harus diperiksa terus menerus apa??
ikhlas kan saja kita sebagai umat muslim.
Kalau saya berpendapat sudahlah kita sebagai orang islam ikhlaskan saja memang itu sudah jalannya. kasihan almarhum di alam sana.... kalau terus terusan di ungkit-ungkit... lebih baik kita mendoakannyaa apalagi di bulan RAMADHAN INI. AMINNNN