< >

Tiga Pilar Arema Absen

Jum'at, 05 September 2008 16:54
Kapanlagi.com - Tiga pemain pilar Arema Malang dipastikan absen saat menjamu Deltras Sidoarjo, dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Minggu (7/9) malam.

Menurut Asisten pelatih Arema, Joko Susilo, Jumat, ketiga pemain pilar yang absen tersebut adalah Emalue Serge yang "mudik" ke Kamerun, Erik Setiawan akibat akumulasi kartu kuning dan Epalla Benson yang dipanggil Timnas negara asalnya, Nigeria.

"Kami memang sudah menyiapkan pengganti ketiga pemain tersebut, namun kami masih belum bisa menyebutkan nama, karena setiap saat masih bisa berubah bahkan 30 menit menjelang `kick off` juga masih bisa berubah," katanya di Malang, Jawa Timur.

Selain menyiapkan tiga pemain pengganti, tim pelatih juga sudah menyiapkan formulasi (komposisi) yang berbeda ketika menghadapi Deltras Sidoarjo dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya, baik "home" maupun "away".

Meski saat ini posisi Deltras jauh di bawah Arema dalam klasemen sementara, katanya, pihaknya tetap beranggapan bahwa semua tim patut diwaspadai dan seluruh tim yang bertarung di ajang LSI adalah tim-tim tangguh dan berkualitas.

"Jangan sekali-kali menganggap tim lawan kita itu enteng. Semua tim yang dihadapi adalah tim tangguh yang tidak boleh diremehkan, karena setiap pertandingan adalah perjuangan berat yang harus dimenangkan," katanya menegaskan.

Sementara itu Ketua Panpel Arema, M. Muchlis mengatakan, pertandingan yang seharusnya "kick off" pada pukul 21.00 WIB dimajukan menjadi pukul 20.00 WIB, dan venue pertandingan tetap di Stadion Kanjuruhan, meski Arema memiliki peluang untuk menjamu tim tamunya di Stadion Gajayana.

Untuk mengamankan pertandingan, katanya, pihaknya menurunkan sekitar 912 orang personel dari berbagai instansi keamanan yakni TNI/Polri, TNI AU, Brimob, K9 dan pengamanan swakarsa.

"Kami tidak ingin kecolongan. Apalagi pertandingan digelar malam hari dan venue pertandingan juga jauh dari keramaian kota, sehingga pengamanan harus dilipatgandakan," kata Muchlis. (*/cax)


BERITA TERKAIT