Asisten pelatih Deltras, M.Socheh yang dihubungi wartawan di Sidoarjo, Jumat, mengatakan, perjuangan berat harus dijalani anak asuhnya untuk mengimbangi permainan menyerang Arema.
"Semua tahu, Arema tim yang tangguh dan punya materi pemain bagus. Saya kira bisa menahan imbang Arema di kandangnya sudah bagus," katanya.
Pada LSI musim ini, Deltras memiliki rekor buruk dalam laga "away" dengan tidak pernah memetik kemenangan, apalagi seri.
Rekor buruk itu berusaha dipatahkan tim asuhan Abdul Rahman Ibrahim, saat meladeni tantangan juara dua kali Copa Indonesia, Arema Malang.
"Kami akan instruksikan anak-anak untuk tampil ngotot dan tidak memberi kesempatan lawan berkembang. Pemain-pemain Arema punya kecepatan, itu harus diwaspadai," kata Socheh menambahkan.
Lawatan Deltras ke kandang Arema kali ini juga dalam kondisi berbeda dan lebih bergairah, seiring terisinya kursi manajer tim yang sebelumnya kosong.
Mantan asisten manajer Persebaya, George Handiwiyanto ditunjuk Ketua Umum Deltras yang juga Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso sebagai manajer tim.
"Kami harap siapa pun manajer baru, bisa membuat tim lebih bergairah dari sebelumnya," kata salah satu pemain Deltras, Marwal Iskandar.
M.Socheh menambahkan, timnya sudah melakukan persiapan untuk menghadapi laga lanjutan melawan Arema. Program latihan malam telah berjalan untuk adaptasi permainan.
"Secara keseluruhan, tidak ada masalah dengan kondisi anak-anak, meski bertanding malam hari. Kami sudah gelar latihan malam untuk adaptasi," katanya.
Socheh mengemukakan, sektor lini belakang dan depan masih menjadi titik lemah tim yang mendapat prioritas untuk dibenahi. "Semua sudah dibenahi, mudah-mudahan ada perbaikan," katanya. (*/cax)